Restoran Indonesia 'Tergilas' Thailand di Amerika Serikat

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Senin, 05/06/2017 23:33 WIB
Restoran Indonesia 'Tergilas' Thailand di Amerika Serikat Dengan bumbu masakan yang sama, restoran Indonesia masih terkendala karena tak begitu populer dan dikelola dengan baik. (Dok/Foto: CNN Indonesia/Christina Andhika Setyanti)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia masih harus menerima kenyataan pahit saat beragam makanannya justru kurang dikenal di Amerika. Kebanyakan masyarakat pun lebih memilih restoran Thailand untuk menikmati bumbu yang serupa dengan Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh perwakilan dari United States Department of Agriculture Council of Chefs, Vindex Tengker, dalam acara buka puasa Nusantara yang diadakan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di Rumah Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (5/6). Dalam buka puasa itu dihadiri juga oleh Wakil Kedubes AS Brian McFeeters dan Agricultural Conselor Kedubes AS Ali Abdi.

Acara itu pun sekaligus memperkenalkan beragam masakan Indonesia yang kental dengan penggunaan rempah-rempah yang dipadukan dengan bahan dari AS. Hal itu disajikan dalam 30 menu makanan.



Contohnya adalah rendang dengan daging impor, gado-gado yang dicampur dengan kacang almond, woku dengan ikan salmon, klepon dengan bluberi, nastar isi kurma dan rawon dengan iga sapi.

Vindex mengatakan, salah satu persoalan kurang dikenalnya masakan Indonesia adalah karena tidak konsisten dari pengelola restoran. Tidak konsisten yang dimaksud adalah penyediaan resep makanan di restoran.

"Kalau buat restoran amunisinya apa? Resep tetapi mereka tidak konsisten dalam membuat masakan. Yang bisa menyaingi restoran Indonesia adalah restoran Thailand," ujarnya.

Alasannya, menurut pria yang pernah menjadi juri Masterchef Indonesia itu, restoran Thailand memiliki bumbu masakan yang serupa dengan Indonesia.


Selain itu, kurang populernya masakan Indonesia karena sebagian besar restoran Indonesia di luar negeri hanya merupakan komoditas. Vindex mengatakan, hal itu berpengaruh karena pengelolaan makanan tidak dilakukan oleh ahlinya (chef).

Persoalan lainnya adalah ketika restoran Indonesia hanya menyajikan makanan dari Bali. Padahal, masih banyak makanan tradisional lainnya yang berasal dari Sabang sampai Merauke.

"Kami cari yang paling gampang dibikin untuk dibawa keluar. Jangan makanan Bali terus, semua sudah tahu. Ciri khas restoran Indonesia itu kalau tidak bernama Bali Restoran ya Garuda," tuturnya.

Untuk itu, Vindex bekerjasama dengan Kedubes AS untuk mengadakan sejumlah bahan yang dapat diterima oleh lidah orang Amerika. Dalam hal ini seperti daging sapi yang dapat digunakan sebagai masakan rendang dan kentang untuk mashed potatoes.


Dia berencana untuk membuka sebuah restoran Indonesia di Los Angeles tahun 2018. "Kami akan membuat makanan dengan sajian yang mana pedas, mana tidak pedas, jadi pengunjung dapat mengetahuinya. Tamu internasional tetapi mereka dapat mengerti soal rasa masakan Indonesia," ucapnya.

Meski demikian, Vindex mengatakan, makanan yang disajikannya tidak akan mengurangi cita rasa dari Indonesia.

"Kami tidak bisa semata-mata semua diturunin seperti contoh rendang, ciri khasnya di pedas. Yang dapat dilakukan dengan menghilangkan biji cabainya setengah, menurunkan level pedasnya sedikit tetapi bukan menghilangkan cabai," ucapnya kemudian.


BACA JUGA