'Breastaurant' Hooters, dari Florida ke Jakarta

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Kamis, 29/09/2016 14:52 WIB
'Breastaurant' Hooters, dari Florida ke Jakarta Hooters, warabala kenamaan asal Amerika Serikat akan segera membuka cabangnya di Jakarta. (https://twitter.com/Hooters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Media sosial Indonesia beberapa hari terakhir dihebohkan dengan pemberitaan kedatangan jaringan restoran 'seksi', Hooters. Restoran yang berpusat di Clearwater, Florida itu, dikabarkan akan datang ke Jakarta dan Bali, dalam waktu dekat.

Hooters telah mengonfirmasikan kehadirannya di Indonesia. Tidak hanya itu, Hooters Indonesia juga sudah punya laman Facebook sendiri. Sejak 22 September 2016, laman Facebook Hooters Indonesia sudah di-like 3.857 akun dan dibicarakan oleh 2.535 akun.

Wajar saja jika sejumlah warga Indonesia sangat berminat menjajal restoran tersebut. Pasalnya, Hooters terkenal berkat para pelayan seksi yang disebut Hooters Girl.


Menilik sejarahnya, Hooters di negara asalnya, Amerika Serikat, bukanlah nama baru. Restoran tersebut didirikan pertama kali pada 1 April 1983 oleh konsorsium pengusaha asal Clearwater, yakni Lynn D. Stewart, Gil DiGiannantonio, Ed Droste, Billy Ranieri, Ken Wimmer dan Dennis Johnson.

Ada alasan tersendiri mengapa Hooters didirikan pada tanggal yang terkenal dengan lelucon ‘April Mop’ itu. Melansir laman resmi Hooters, disebutkan bahwa keenam pendiri merasa prospek restoran itu akan suram. Pemikiran mereka, jikapun gagal, mereka punya alasan dengan mengatakan Hooters hanyalah lelucon.

Restoran pertama Hooters berlokasi di bekas klub malam yang mereka beli dengan harga murah. Terlebih lagi, pada waktu itu, lokasi tersebut dikenal sebagai ‘kuburan bisnis’ karena banyaknya usaha yang gagal sebelumnya.

Setahun berjalan, pada 1984, pengusaha Hugh Connerty, membeli lisensi Hooters dari keenam pendiri awalnya. Setelah itu, Hooters terus berpindah kepemilikan hingga akhirnya pengusaha Robert H. Brooks dan kelompok investor di Atlanta, mengakuisisi restoran yang tengah berkembang itu pada 2002.

Pada waktu itu, Hooters mulai melebarkan sayap. Tiga restoran yang berlokasi di Tampa Bay, Chicago dan Manhattan, New York, dikelola oleh Brooks dan dikontrol secara langsung oleh perusahaan induk di Clearwater. Sementara sisanya dijadikan waralaba yang dikelola oleh Hooters of America.

Selain karena pelayannya yang seksi, Hooters juga terkenal berkat menu makanannya, terutama sayap ayam tanpa tulang. (Twitter/@Hooters)
Di bawah asuhan Brooks, Hooters menjadi brand internasional. Terus bertumbuh hingga kini punya 160 restoran di Amerika, dan 430 waralaba di seluruh dunia.

Selain restoran, Hooters juga memiliki hotel dan kasino di bawah nama Hooters Casino Hotel yang dibuka pada 2 Februari 2006 di Las Vegas, Nevada. Hotel tersebut punya 696 kamar dan kasino seluas 3.300 meter persegi. Mereka juga punya majalah khusus yang mempublikasikan tentang kisah para Hooters Girl.

Di ulang tahun yang ke-25, Hooters Magazine merilis daftar Hooters Girl terbaik sepanjang masa, termasuk Lynne Austin, Hooters Girl pertama, Kelly Jo Dowd, Bonnie-Jill Laflin, Leeann Tweeden, dan Holly Madison.

Sayangnya, Brooks mengembuskan napas terakhir pada 15 Juli 2006 akibat serangan jantung. Kepemilikan Hooters pun diperebutkan.

Tercatat 240 perusahaan berniat membeli Hooters of America Incorporation, hingga kini kepemilikan Hooters berada di tangan Chanticleer Holdings LLC.

Barisan Pelayan Seksi

Satu hal yang membuat Hooters populer adalah para pelayannya. Tidak hanya cantik, pelanggan restoran berlambang burung hantu itu selalu dilayani pramuniaga berbusana seksi.

Bahkan, barisan pelayan seksi itulah yang menjadi ‘jualan’ utama Hooters, selain tentu saja makanannya yang sangat terkenal, sayap ayam goreng.

Hooters Girls punya ciri khas. Seragam berupa tank top putih ketat bergambar lambang restoran, yakni burung hantu bernama Hootie, dan tulisan lokasi restoran. Umumnya, tank top itu dipadankan dengan celana pendek sporty berwarna oranye, kaus kaki panjang serta sepatu putih.

Sementara, para pelayan pria mengenakan topi Hooters serta kaus yang dipadankan dengan celana pendek atau celana panjang.

Keseksian para pelayan Hooters membuat restoran yang menjual makanan khas Amerika itu disebut 'Breastaurant' atau singkatan dari Breast dan Restaurant.

Popularitas para Hooters Girl itu juga yang membuat banyak restoran serupa bermunculan, seperti Redneck Heaven, Tilted Kilt Pub & Eatery, Twin Peaks, Bombshells, Bone Daddy's, Ojos Locos, Bikinis Sports Bar & Grill, juga Heart Attack Grill.

Bahkan di seluruh dunia, bermunculan jenis bar dan profesi seksi baru, seperti bikini barista alias barista yang bekerja mengenakan bikini, Butlers Café atau kafe yang mempekerjakan pramuniaga dengan seragam pelayan bangsawan, Cosplay Restaurant yakni restoran dengan pelayan berkostum ala anime atau komik, dan Maid Cafe yang pelayannya mengenakan seragam asisten rumah tangga ala Barat.

Menu makanan pembuka yang juga jadi favorit di Hooters adalah roti panggang dengan saos keju. (Twitter/@Hooters)
Melebarkan Sayap ke Jakarta

Kehadiran Hooters di Indonesia langsung menimbulkan reaksi heboh. Media sosial ramai dengan prediksi tanggal resmi pembukaan restoran ikonik tersebut. Kendati tanggalnya belum diumumkan, lokasi Hooters sudah bisa dipastikan.

Salah satu penggemar Hooters @ciamikboy mengunggah cuitan di Twitter: "Dear @Hooters, please open your restaurant in Jakarta. Thank you."

Lainnya, pemilik akun @jenniemariaxue menulis, "Menunggu Hooters Jakarta. Kapan buka?" Sementara akun @the_ewin menulis, "Hampir semua US food franchise sudah ada, cuma menunggu waktu nanti Hooters buka di Jakarta."

Melansir laman Facebook Hooters Indonesia, waralaba restoran Amerika itu akan bertempat di Kemang Raya.

Sebelum diboyong ke Indonesia oleh Destination Properties, Hooters telah menyapa Asia Tenggara di Thailand, Singapura, dan Hong Kong. Sementara, setelah Jakarta, Hooters juga dikabarkan akan segera membuka cabang di Manila, Filipina dan Phnom Penh, Kamboja. (vga)