Jelang Lebaran, Klinik Estetik Makin Ramai Dikunjungi

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Senin, 12/06/2017 10:46 WIB
Jelang Lebaran, Klinik Estetik Makin Ramai Dikunjungi Tindakan non-bedah menempati urutan permintaan yang paling banyak diminati, seperti filler, botoks, tanam benang, dan pelangsingan. (Foto: Thinkstock/Dmitry Bairachnyi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jelang libur hari raya Idul Fitri atau Lebaran, klinik estetik atau kecantikan makin ramai dikunjungi. Kenaikan pasien ditengarai hingga 50 - 100 persen. 

Ungkapan itu disampaikan dokter bedah plastik Danu Mahandaru, dari The Clinic (Beautylosophy) saat ditemui di Jakarta akhir pekan lalu. Menurutnya, kenaikan jumlah peminat untuk mempercantik diri itu justru didominasi oleh masyarakat non-muslim. 

"Mereka ingin tampil beda, istilahnya itu manglingi setelah liburan," ujar dokter Danu.


Minimnya masyarakat yang muslim untuk melakukan tindakan bedah ataupun non-bedah disebut Danu karena kekhawatiran membatalkan puasa. Namun, situasi ini akan berbalik ketika sudah lewat atau awal Lebaran.


Untuk treatment yang banyak diminati, kata Danu, ada filler, botox, tanam benang, laser dan pelangsingan untuk non-bedah. Sedangkan untuk tindakan bedah, yang paling banyak dilakukan adalah operasi hidung, payudara dan mata.

"Kenaikan (jumlah pasien) cukup signifikan, sekitar 50-100 persen," kata dokter yang sempat mengambil pelatihan di Korea dan Taiwan ini.

Namun ia menyayangkan, pasien mendapat treatment sesuai kompetensi dokter atau klinik yang ia tuju, bukan karena kebutuhan dari pasien itu sendiri.

"Misalnya, masalah seperti garis senyum. Kalau pasien ke dokter bedah plastik, ia akan di-facelift. Sementara, kalau dia ke dokter estetika, ia di-filler. Dipasang kawat, kalau pergi ke dokter gigi. Pasien dapat yang terbaik menurut klinik, bukan menurut pasien," jelasnya.


Menurutnya, dokter seharusnya bisa memilah mana treatmet yang terbaik untuk pasien sesuai permasalahannya.

Tiap terapi punya kelebihan dan kekurangan. Dokter Danu mengatakan, kemunculan berbagai treatment hingga ada yang mutakhir bukan untuk persaingan, tapi justru melengkapi satu sama lain.

"Tiap treatment punya masing-masing pasar. Misalnya, kasus pasien ingin mancungin hidung. Filler hasilnya akan lebih superior jika di bagian bridge (bagian hidung yang berada antara mata). Namun jika pasien ini hidungnya agak lebar, bagian bawah besar, ini perlu operasi baik dengan implan maupun tulang rawan," jelas dokter Danu.