Tujuh Hal yang Harus Diketahui Perempuan Soal Kanker Serviks

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Sabtu, 10/06/2017 15:59 WIB
Julia Perez meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker serviks stadium 4. (Foto: Detikcom/Grandyos Zafna)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kanker serviks adalah jenis kanker yang menyerang leher rahim. Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh HPV (Human Papillomavirus).

HPV ini umumnya ditularkan melalui hubungan seksual. Tak cuma perilaku seksual, kanker serviks juga bisa disebabkan oleh faktor genetik dan juga gaya hidup yang tidak sehat.

Mengutip berbagai sumber, berikut hal-hal yang harus diketahui perempuan tentang kanker serviks.


1. Kanker serviks tak sama dengan sel serviks abnormal

Kanker serviks terjadi karena adanya mutasi sel dari normal menjadi abnormal. Namun perlu diketahui bahwa tak semua sel kanker abnormal pada serviks berarti kanker.

Sel-sel abnormal ini seringkali disebabkan juga oleh HPV. Memang bisa berpotensi berbahaya dan menjadi kanker serviks, namun semuanya tergantung pada tipe HPV yang menyerang.

Untuk mengetahui tipe HPV yang menyerang dan juga potensi perubahannya menjadi sel kanker, lakukanlah pap smear. Tes ini disarankan untuk dilakukan pada usia 21 tahun.


2. Lebih berisiko pada perempuan usia di bawah 50 tahun

Mayoritas perempuan yang didiagnosis dengan kanker serviks berusia di bawah 50 tahun. Sedangkan 20 persen kanker serviks ditemukan pada perempuan yang berusia lebih dari 65 tahun.

3. Kanker serviks bisa berpindah

Sel kanker serviks tak hanya berdiam pada satu tempat. Sel kanker ini bisa menyebar melalui limfa atau aliran darah menuju ke paru-paru, liver, dan tulang.


4. Kanker serviks tahap awal biasanya tak punya gejala khusus

Seorang perempuan bisa mengidap kanker serviks tanpa diketahuinya. Dan seringkali saat kanker mulai berkembang, gejala yang serius seringkali tak terlalu terlihat. Hal inilah yang membuat perempuan seringkali tak waspada dengan kanker serviks.

Beberapa gejala yang harus diwaspadai antara lain adalah, pendarahan yang terjadi di antara jadwal menstruasi, pendarahan setelah hubungan seksual, periode menstruasi yang terlalu lama dan banyak.


Tiga Hal Lain yang Harus Diketahui

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2