Hati-hati Menggunakan Wi-Fi Gratis Saat Liburan
Gentur Putro Jati | CNN Indonesia
Senin, 12 Jun 2017 14:51 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Fasilitas internet tanpa kabel atau Wi-Fi gratis di area publik bagai oase bagi wisatawan yang gemar berselancar di dunia maya. Dengan memanfaatkan layanan tersebut, mereka tidak perlu memikirkan lonjakan tagihan paket data dan telekomunikasi ketika liburan di negara lain.
Namun, akses Wi-Fi gratis justru berisiko membuka celah bagi peretas untuk mengambil data atau informasi pribadi yang merugikan penggunanya.
Survei yang dilakukan oleh perusahaan keamanan siber McAfee menemukan bahwa 58 persen pengguna Wi-Fi gratis tidak tahu cara mengidentifikasi keamanan jaringan yang digunakannya.
Kurang dari separuh responden yang benar-benar tahu cara untuk memastikan keamanan layanan internet tersebut.
Sialnya, banyak wisatawan yang tidak bisa berhenti memegang telepon seluler (ponsel), laptop, tablet, dan perangkat elektronik lain ketika sedang menghabiskan waktu liburannya.
Sekitar 57 persen responden McAfee menyatakan mereka merasa perlu terkoneksi dengan media sosial dan dunia maya saat berlibur.
"Keengganan untuk melepas perangkat elektronik inilah yang membuka pintu bagi peretas untuk masuk," ujar riset McAfee, dikutip dari Lonely Planet, Senin (12/6).
Semakin muda usia pelancong tersebut, semakin tinggi tingkat ketergantungannya pada perangkat elektronik.
Sebanyak 52 persen responden berusia 20-an mengaku aneh jika harus mengasingkan diri dari internet.
Sementara hanya 37 persen responden berusia 40-an yang merasakan hal yang sama.
Untuk menghindari data pribadi jadi incaran para peretas yang beraksi lewat jaringan internet gratis, McAfee memiliki sejumlah tips berselancar aman di dunia maya tanpa bayar:
1. Hati-hati menggunakan internet gratis
Pastikan terhubung dengan layanan internet yang aman, hindari menggunakan jaringan Wi-Fi publik.
Jika terpaksa harus terhubung dengan jaringan internet untuk publik, gunakan Virtual Private Network (VPN), sehingga data pribadi tetap aman.
2. Perbarui sistem dan aplikasi perangkat elektronik
Pastikan semua perangkat elektronik yang terhubung dengan internet sudah memiliki sistem dan aplikasi versi terbaru.
Tetap menggunakan versi yang lama akan menjadikan kita sasaran empuk para peretas.
3. Pasang pengaman ganda
Setelah memperbarui seluruh sistem dan aplikasi, pasang pengaman ganda untuk perangkat yang digunakan.
Sehingga seluruh virus dan malware yang tidak dikehendaki bisa ditangkal.
4. Gunakan aplikasi penanda lokasi
Dengan menggunakan aplikasi penanda lokasi, pelancong bisa memantau perangkat miliknya yang hilang saat berada di lokasi wisata.
Jika sulit ditemukan, aplikasi tersebut memungkinkan pemiliknya untuk menghapus data yang penting.
Namun, akses Wi-Fi gratis justru berisiko membuka celah bagi peretas untuk mengambil data atau informasi pribadi yang merugikan penggunanya.
Survei yang dilakukan oleh perusahaan keamanan siber McAfee menemukan bahwa 58 persen pengguna Wi-Fi gratis tidak tahu cara mengidentifikasi keamanan jaringan yang digunakannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sialnya, banyak wisatawan yang tidak bisa berhenti memegang telepon seluler (ponsel), laptop, tablet, dan perangkat elektronik lain ketika sedang menghabiskan waktu liburannya.
Sekitar 57 persen responden McAfee menyatakan mereka merasa perlu terkoneksi dengan media sosial dan dunia maya saat berlibur.
"Keengganan untuk melepas perangkat elektronik inilah yang membuka pintu bagi peretas untuk masuk," ujar riset McAfee, dikutip dari Lonely Planet, Senin (12/6).
Semakin muda usia pelancong tersebut, semakin tinggi tingkat ketergantungannya pada perangkat elektronik.
Sebanyak 52 persen responden berusia 20-an mengaku aneh jika harus mengasingkan diri dari internet.
Sementara hanya 37 persen responden berusia 40-an yang merasakan hal yang sama.
1. Hati-hati menggunakan internet gratis
Pastikan terhubung dengan layanan internet yang aman, hindari menggunakan jaringan Wi-Fi publik.
Jika terpaksa harus terhubung dengan jaringan internet untuk publik, gunakan Virtual Private Network (VPN), sehingga data pribadi tetap aman.
2. Perbarui sistem dan aplikasi perangkat elektronik
Pastikan semua perangkat elektronik yang terhubung dengan internet sudah memiliki sistem dan aplikasi versi terbaru.
Tetap menggunakan versi yang lama akan menjadikan kita sasaran empuk para peretas.
3. Pasang pengaman ganda
Setelah memperbarui seluruh sistem dan aplikasi, pasang pengaman ganda untuk perangkat yang digunakan.
Sehingga seluruh virus dan malware yang tidak dikehendaki bisa ditangkal.
4. Gunakan aplikasi penanda lokasi
Dengan menggunakan aplikasi penanda lokasi, pelancong bisa memantau perangkat miliknya yang hilang saat berada di lokasi wisata.
Jika sulit ditemukan, aplikasi tersebut memungkinkan pemiliknya untuk menghapus data yang penting.