Vaksinasi yang Perlu Didapatkan Wanita Sebelum Hamil

Ferdy Thaeras, CNN Indonesia | Rabu, 19/07/2017 09:51 WIB
Vaksinasi yang Perlu Didapatkan Wanita Sebelum Hamil Vaksin cacar, campak hingga rubella sebaiknya diperoleh wanita sebelum hamil untuk menghindari bayi yang lahir cacat. (Foto: Thinkstock/itsmejust)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebelum hamil, wanita dihimbau untuk mendapatkan vaksin sebagai perlindungan dari infeksi yang membahayakan calon janin maupun bagi sang ibu. Berbagai infeksi berbahaya pun bisa berisiko menyebabkan cacat pada otak, jantung, mata dan telinga pada bayi.

Ada berbagai infeksi yang membahayakan bayi yang perlu diwaspadai, seperti Rubella, cacar air, campak, gondok, hepatitis B, influenza hingga batuk rejan (pertussis). Bahaya yang diantisipasi adalah ketika persalinan, bayi mendapatkan infeksi tersebut, seperti dilansir dari Hello Sehat.

Kemunculan infeksi dapat dicegah dengan melakukan tes darah sebelum kehamilan. Hal ini untuk mengetahui apakah seorang wanita yang ingin hamil sudah imun (kebal) terhadap penyakit tersebut atau tidak.

Jika ternyata tes menunjukkan tubuh belum kebal, maka vaksin harus diterima sebelum hamil. Kehamilan pun sebaiknya ditunda setidaknya 1 bulan setelah vaksin. Hal ini disebabkan karena vaksin yang masuk ke dalam tubuh terbuat dari virus hidup yang dapat membahayakan bayi.

Vaksin Measles, Mumps dan Rubella (MMR)
Vaksin ini sebaiknya diperoleh ibu yang ingin hamil untuk mencegah infeksi virus yang berbahaya. Risiko keguguran dapat meningkat jika saat hamil, seorang wanita terinfeksi dan kemungkinan bayi lahir prematur juga timbul saat ibu mengandung menderita campak.

Gejala campak terlihat dari batuk, hidung berlendir, demam disertai dengan ruam merah berbentuk titik di hari-hari berikutnya. Penyakit lainnya yang dapat menular adalah gondok, di mana gejalanya adalah kelenjar air liur yang membengkak.

Jika seorang wanita mengalami gejala seperti flu yang disertai ruam, segera periksakan ke dokter untuk memastikan apakah terserang virus Rubella. Penyakit dengan nama lain campak Jerman ini berisiko melahirkan bayi dengan cacat serius seperti kehilangan pendengaran dan cacat intelektual.

Vaksin Cacar
Cacar dapat menular dengan mudah, terlebih jika seseorang belum pernah menderitanya semasa kecil. Gejalanya terlihat dari demam dan rasa gatal di sekujur tubuh yang membuat tidak nyaman.

2% bayi dari ibu yang mengalami cacar pada 5 bulan pertama kehamilan mengalami cacat lahir, termasuk cacat dan lumpuh pada anggota tubuh. 
Selain itu, wanita yang mengalami cacar air pada saat sekitar persalinan dapat menurunkan infeksi yang membahayakan nyawa bayi.