Ingin Dianggap Manis, Milenial Berebut Buat Lesung Pipi Palsu

Elise Dwi Ratnasari | CNN Indonesia
Senin, 24 Jul 2017 12:07 WIB
Tren operasi plastik mulai berubah ke arah 'melubangi' wajah untuk menciptakan lesung pipi. Lesung pipi dianggap membuat wajah terlihat manis dan menggemaskan. Lesung pipi dianggap membuat wajah jadi lebih menggemaskan. (Thinkstock/Goodshoot)
Jakarta, CNN Indonesia -- Prosedur estetika biasanya dilakukan demi memperindah wajah, menutupi kekurangan atau bahkan menghilangkannya. Namun tampaknya ini tidak berlaku untuk generasi milenial. Yang ada, mereka berlomba menyematkan kekurangan tertentu pada wajah karena hal ini dianggap keren dan sedang tren.

Mungkin Anda masih ingat dengan operasi untuk memberikan kesan bintik hitam pada wajah. Bintik hitam atau freckles muncul saat seseorang terlalu lama berada di bawah paparan sinar matahari. Awalnya bintik hitam dirasa mengganggu penampilan tapi lama-kelamaan dianggap sebagai sesuatu yang membuat wajah jadi menggemaskan.

Kini, tren operasi plastik mulai berubah ke arah 'melubangi' wajah untuk menciptakan lesung pipi yang disebut dimpleplasty. Lesung pipi dianggap membuat wajah seseorang jadi lebih manis dan menggemaskan saat sedang tersenyum.


Tengok saja deretan artis seperti Chelsea Olivia, Song Hye Kyo, Harry Styles dan Miranda Kerr. Senyum mereka terlihat makin menggemaskan dengan lekukan kecil di kedua pipinya.

Sayangnya, lesung pipi tak dimiliki semua orang.

"Alasan tidak semua orang punya lesung pipi adalah karena adanya hubungan kuat antara otot wajah dengan kulit. Orang yang tidak punya lesung pipi tidak memiliki anatomi tersebut," kata  dokter bedah plastik asal New York, Darren Smith seperti dikutip dari Allure.

Kaum milenial kini berebut membuat lubang pipi palsu alias lesung pipiKaum milenial kini berebut membuat lubang pipi palsu alias lesung pipi (Thinkstock/SementsovaLesia)

"Saat otot di bawah kulit bergerak, ia menarik kulit dan menciptakan lesung pipi. Bayangkan Anda menarik bagian tengah serbet yang keempat sudutnya tertahan."

Dilansir dari The Independent, demi mendapatkan tampilan menggemaskan, jumlah kaum milenial yang membuat lesung pipi buatan melalui dimpleplasty pun makin meningkat.

Dokter bedah plastik asal Atlanta, Wright Jones menuturkan permintaan dimpleplasty meningkat tiga kali lipat dalam beberapa tahun belakangan.


Dia mengungkapkan ada beberapa alasan mengapa prosedur lesung pipi ini sangat diminati. Selain soal membuat tampilan jadi menggemaskan, dimpleplasty juga diminati karena prosedurnya yang singkat.

Dengan kecanggihan teknologi, operasi pembuatan lesung pipi atau dimpleplasty ini bisa dilakukan kurang dari satu setengah jam. Selain itu kepopulerannya juga disebabkan karena dimpleplasty tak butuh anestesi berlebih.

Proses pembuatan lesung pipi


Untuk menciptakan lesung pipi 'palsu', dokter bedah akan membedah mulut pasien untuk menciptakan buccinator pada otot pipi.

"Otot kemudian dilekatkan pada bawah permukaan kulit sehingga lesung pipi terlihat tapi bukan saat wajah rileks," jelas Jones.

Sama seperti lesung pipi asli, lesung pipi buatan akan terlihat saat orang tersebut tersenyum.

Sayangnya, lesung pipi ini tak bisa bertahan selamanya. Lesung pipi buatan hanya bisa bertahan selama 1-2 bulan saja.

Demi memiliki lesung pipi palsu ini, Anda harus merogoh kocel yang tak sedikit. Biaya operasinya mulai US$800 (Rp10 juta) sampai US$2500 (Rp33juta) untuk dua buah 'lubang manis' di pipi.

Bukan cuma harga mahal yang harus dihadapi, tapi ada kemungkinan juga bahwa Anda akan mengalami beragam efek samping. Beberapa di antaranya adalah nyeri, pipi bengkak, sampai cacat serta kelainan bentuk pipi yang sulit dikoreksi.

(chs/chs)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER