Enam Bahan Pengganti Garam yang Semakin Mahal dan Langka

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Senin, 24/07/2017 18:20 WIB
Enam Bahan Pengganti Garam yang Semakin Mahal dan Langka Belakangan ini bumbu dapur garam semakin langka karena pasokan dan harganya melonjak tinggi. Ada enam bahan pengganti untuk dapatkan rasa asin. (Foto: Thinkstock/baramee2554)
Jakarta, CNN Indonesia -- Belakangan ini bumbu dapur seperti garam menjadi pembicaraan bagi ibu rumah tangga di Jawa Timur karena kelangkaan pasokan dan harga yang melonjak tinggi di pasar tradisional.

Salah satu penyebab terjadinya kelangkaan itu karena cuaca buruk yang menyebabkan produksi tambak garam turun drastis. Tentu saja hal ini menjadi salah satu ketakutan bagi ibu rumah tangga. Bagaimana rasa makanan tanpa garam?

Namun garam bukanlah satu-satunya bumbu yang dapat digunakan untuk kenikmatan rasa. Menurut Chef Vindex Tengker, terdapat sejumlah bumbu yang dapat digunakan untuk mengganti fungsi garam.

"Sebenarnya ada saja (pengganti garam) dan kalau dibilang bukan untuk membuat makanan lebih enak tapi untuk bikin rasanya pas saja karena dia akan menaikkan rasa. Kalau kekurangan garam kan biasanya rasanya hambar sedangkan kalau kelebihan jadi terlalu asin," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Senin (24/7).

Setiap makanan atau bumbu kemasan, Vindex mengatakan, sudah mengandung garam. Maka itu, seseorang menjadi terbiasa dengan makanan yang asin.

"Jadi begitu kena garam sedikit merasa kurang asin padahal takaran sudah pas, dan itu hanyalah kebiasaan kita. Sebenarnya kita itu kelebihan garam," ucapnya kemudian.

Menurut Vindex, pemakaian garam pun tidak diperlukan banyak jika komposisi makanan sudah terdiri dari banyak rempah-rempah. Maka itu pengganti garam harus melihat menu makanan apa yang akan dimasak.

1. Rempah-rempah
Vindex menilai, penggunaan garam tergantung dari menu makanan yang dimasak. Salah satu yang tidak bisa ditinggalkan dari barisan bumbu adalah rempah-rempah.

"Sebenarnya rempah-rempah itu begini, kalau seseorang bikin bumbu rica jadi jumlah bumbunya yang dibanyakin dan tidak perlu pakai garam pun tidak apa-apa," ujarnya.

Salah satunya seperti memasak dengan bumbu rica-rica. Vindex menyebutkan, untuk membuat rica seseorang bisa menggunakan lebih banyak daun sereh dan lemon.
 
Sementara itu untuk memasak kari, Vindex mengatakan, seeorang hanya perlu menambahkan bumbu kari seperti bawang merah, bawang putih, cabai, jahe dan ketumbar dengan takaran yang lebih banyak.

2. Bubuk bawang putih
Untuk menggantikan garam, Vindex mengatakan, dapat menggunakan bubuk bawang putih. Hal ini dikarenakan dalam sebotol bubuk bawang putih sudah terdapat campuran garam di dalamnya.

Ketika seseorang sudah menggunakan bubuk bawang putih saat memasak, Vindex menilai, dia tidak perlu lagi menggunakan garam. 

3. Kecap
Penggunaan kecap memang biasanya untuk menambah rasa manis pada makanan. Namun, sebagai pengganti garam tentu saja bukan kecap manis yang digunakan melainkan kecap asin.

Selain kecap asin, terdapat juga kecap jamur yang dapat berfungsi sebagai pengganti garam. Kecap jamur tidak begitu berbeda dengan kecap biasa hanya saja memiliki aroma jamur yang kuat.

4. Minyak zaitun
Vindex mengatakan, minyak zaitun atau olive oil dapat digunakan sebagai pengganti garam. Minyak itu mengandung asam lemak tak jenuh yang tinggi dan memiliki zat yang bersifat antibiotik, anti bakteri dan jamur.

Pria kelahiran 24 November itu mencontohkan salah satu penggunaan minyak zaitun saat sedang memasak makanan khas barat atau western. 
"Masak Western pun berarti rempah seperti basil, lemon, dan minyak zaitun sebagai pengganti garam," tuturnya.

5. Bahan kandungan potasium klorida
Ditambahkan oleh Chef Maxie Miliam saat dihubungi CNNIndonesia.com, ada juga bahan yang mengandung potasium klorida sebagai pengganti garam. Bahan itu seperti ubi, saus tomat, daun bit, kacang panjang, yoghurt, kacang kedelai, susu dan susu.

Potasium merupakan mineral yang berguna untuk melindungi pembuluh darah dari kerusakan oksidatif. Meski demikian, terlalu banyak potasium dapat mengganggu kesehatan.

6. Jamur shitake
Mungkin tidak semua orang pernah mendengar jamur shitake. Jamur tersebut termasuk salah satu bumbu alami yang berasal dari Asia Timur. Bentuknya memang terbilang besar dan mengandung empat kalori yang berasal dari serat dan gula serta satu gram protein.

Chef Maxie mengatakan, jamur shitake hanya perlu dikeringkan lalu dihancurkan untuk membuatnya sebagai pengganti garam. "Jamur ini hanya dikeringkan lalu dihancurkan untuk pengganti garam," tuturnya.