15 Ribu Penonton Padati Final Road Race Lintas Batas

adv, CNN Indonesia | Kamis, 27/07/2017 13:28 WIB
15 Ribu Penonton Padati Final Road Race Lintas Batas
Kefamenanu, CNN Indonesia -- Crossborder event Final Road Race Lintas Batas berlangsung meriah. Acara yang digelar di Sirkuit Oemanu - Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) ini disaksikan sekitar 15 ribu masyarakat lokal dan wisman Timor Leste.

Kegiatan ini digelar dengan tujuan menjaring wisatawan di perbatasan. Sekaligus menghidupkan ekonomi masyarakat di crossborder area atau daerah perbatasan.

"Dalam portofolio pariwisata, sport event ini masuk dalam kategori manmade, wisata buatan. Salah satu cara mempromosikan destinasi di perbatasan adalah event," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam rilisnya, Rabu (26/7/2017).


Total ada 17 Kelas yang dilombakan. Kelas tersebut dibagi dalam  kelas pemula dan kelas open. Road Race Lintas Batas yang berlangsung 22-23 Juli 2017 ini, memperebutkan piala bergilir Kapolda NTT yang dijuarai Jems Buan Cendana dari Cendana AMP Speed Huruk Mulas.

Kemudian piala tetap Bupati TTU dimenangi Jimmy Halla dari RBRT 76 Dirga Motor Soe, dan piala tetap Kapolres TTU Cup Race 2017 diraih Rhyo Sonbay juga dari Cendana AMP Speed Huruk Mulas.

Dari 220 pembalap yang ikut Road Race ini, 17 tim atau 27 pembalap berasal dari Timor Leste. Mereka mengikuti 11 kelas dari 17 kelas yang dilombakan.

Ketua Panitia Paulus Sumantri mengatakan, event ini berlangsung sukses dan lancar berkat dukungan penuh pemerintah daerah TTU, Kepolisian dan Kementerian Pariwisata.

"Lomba berjalan lancar berkat dukungan banyak pihak, termasuk Kementerian Pariwisata, balapannya minim kecelakaan. Dan terima kasih Bapak Bupati akan menjadikan ini event tahunan. Kami akan melakukan evaluasi untuk perbaikan-perbaikan event selanjutnya," ujar Paulus, dalam rilisnya, Rabu (26/7/2017).

Lebih lanjut dia mengungkapkan, dalam dua hari gelaran, hotel-hotel dan penginapan penuh, semua pedagang makanan yang ada di arena juga ludes terjual.

Sementara Bupati Timor Tengah Utara, Ray Fernandez mengatakan Sport tourism memang menjadi andalan di TTU, tiap kali menggelar sport tourism selalu dilihat belas ribu orang.

" Sebentar lagi kami juga ada dua event lagi yaitu Grasstrack Lintas Batas dan Pacuan Kuda yang pasti akan disaksikan lebih banyak orang lagi," ungkap Ray.

Ray menyadari bahwa wilayahnya minim akan destinasi wisata. Oleh karena itu, pihaknya akan menggenjot wisata buatan dari kekuatan kebudayaan dan sport tourism untuk memikat wisatawan.

Dengan dua kekuatan tersebut, dirinya optimistis akan menyumbang wisatawan mancanegara (wisman) melalui crossborder.

"Kita rajin membuat event-event yang bisa menarik warga dari negara tetangga Timor Leste. Kami serumpun, kesukaan kami sama. Selain itu kami akan terus membenahi destinasi wisata. Saat ini kami juga ingin menggenjot wisata religi dengan membangun patung Yesus tertinggi di dunia serta membangun rumah-rumah ibadah untuk 5 agama," kata Ray.

Di lain pihak,  Plt Asdep Analisa Data Pasar Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Sutarjo mengatakan, tidak salah bila mendukung penuh event sport tourism di perbatasan. Menurutnya, event olahraga cukup efektif menarik wisatawan crossborder.

"Kemenpar dengan senang hati terus mendukung kegiatan seperti ini. Kegiatan seperti ini selain bermanfaat bagi masyarakat, juga cukup membantu mendatangkan wisman yang tahun ini targetnya mencapai 15 juta wisman," kata Sutarjo.

Sutarjo menambahkan, sport tourism dan festival di perbatasan terbukti bisa menjadi pasar potensial di daerah perbatasan termasuk NTT yang berbatasan langsung dengan Timor Leste ini.

“Timor Leste sangat bisa diajak untuk terlibat dalam festival karena antara timur dan barat Pulau Timor memiliki budaya yang sama. Sport tourism kini juga bisa menjadi atraksi baru. Semuanya menjadi ajang untuk meningkatkan hubungan persahabatan yang lebih erat lagi bagi dua negara bertetangga ini,” kata Sutarjo.