Tarik Wisatawan, Bandara Depati Parbo Kerinci Diperbarui

advertorial, CNN Indonesia | Sabtu, 29/07/2017 16:29 WIB
Tarik Wisatawan, Bandara Depati Parbo Kerinci Diperbarui
Jambi, CNN Indonesia -- Keindahan Kerinci sebentar lagi bakal bisa dinikmati lebih banyak wisatawan. Sebab Bandara Depati Parbo di Kabupaten Kerinci kini sedang diperbarui.

Apalagi kini pembebasan juga lahan tengah dilakukan untuk memperluas landasan pacu. Bila ini terealisasi, waktu tempuh yang biasanya memakan durasi 5-10 jam melalui darat bisa dipangkas menjadi 1 jam.

"Kerinci kan sudah ditetapkan sebagai branding pariwisata Jambi. Kalau sudah ditetapkan seperti itu maka Bandara Depati Parbo harus dikembangkan. Runway diperpanjang, terminalnya juga di-upgrade supaya penumpang nyaman," tutur Gubernur Jambi Zumi Zola dalam rilisnya, Sabtu (29/7/2017).


Bandara Depati Parbo yang saat ini memiliki landasan pacu sepanjang 1.800 meter yang biasanya didarati pesawat jenis ATR 72. Tapi bila ingin didarati pesawat sekelas Boeing, landasan pacu bandara tersebut perlu diperpanjang minimal menjadi 2.600 meter dengan lebar 100 meter.

"Ini akan kami upgrade. Tinggal maskapainya yang perlu ditambah. Sekarang cuma ada Susi Air. Kalau bisa ada dua atau sampai tiga maskapai yang membuka rute penerbangan ke Kerinci," kata dia.

Zumi Zola memaparkan, Bandara Depati Parbo Kerinci itu sedang proses perluasan landasan pacu (runway). Selanjutnya diserahkan ke Kementerian Perhubungan untuk fasilitas pendukungnya.

Bupati Kerinci Adirozal mengatakan, Pemkab Kerinci siap melakukan upaya pembebasan lahan jika Kementerian Perhubungan komitmen dalam pengembangan bandara tersebut.

"Saat ini Bandara Depati Parbo dalam tahap pembebasan lahan. Ada 30 hektare yang sedang dibebaskan tahun 2017 ini. Insya Allah tahun 2018 bisa selesai. Prinsipnya jangan sampai ada yang dirugikan," kata Adirozal.

Sekadar gambaran, destinasi Jambi-Kerinci selama ini ditempuh jalur darat dengan waktu tempuh mencapai 10 jam.  Sedangkan waktu tempuh dari Padang, Sumatera Barat ke Kerinci dan Kota Sungaipenuh melalui Pesisir Selatan mencapai 5 jam.

Akses jalan Kota Jambi – Kerinci dan Kota Sungaipenuh serta Padang – Kerinci dan Kota Sungaipenuh pun kurang kondusif karena melewati perbukitan yang rawan longsor.

Bila via udara, waktu tempuhnya hanya 1 jam dari Jambi. Sayangnya, saat ini, baru ada satu maskapai penerbanga, yakni Susi Air yang membuka rute penerbangan Jambi-Kerinci dan sebaliknya. Dalam satu pekan frekuensinya hanya ada dua jadwal penerbangan yakni Selasa dan Kamis.

"Saya yakin setelah bandara dikembangkan, banyak maskapai yang akan terbang ke Kerinci. Kerinci pun bakal makin nge-hits di kalangan wisatawan," ungkap Adirozal.

Hal itu ikut diamini Menpar Arief Yahya. Arief sadar betul bahwa critical success factor untuk mengejar target 2017 dengan 15 juta wisman itu ada di air connectivity. Sebab 80% wisman mengunjungi Indonesia menggunakan penerbangan.

Dengan membangun pariwisata secara bergotong royong, berbagi peran, dan maju bersama dalam kebersamaan, dia yakin wisata Kerinci bakal makin berkibar di level dunia.

"Ini sangat bagus. Ada Kemenhub, Pemrov Jambi, Pemkab Kerinci yang kerja keroyokan. Hasil kerja keroyokan itu akan akan menghasilkan nada yang indah jika diharmonisasikan dan disinergikan dengan cantik," ungkapnya.

"Langkah Gubernur Jambi sudah tepat. Mengembangkan konektivitas udara lewat semangat Indonesia Incorporated. harmoni dan sinergi bukanlah pilihan, tapi sebuah keharusan. Harmoni dan sinergi adalah kunci sukses kita. Salam Wonderful Indonesia," tutup Arief.