Gambar Instagram Didominasi Filter Suram, Bisa Jadi Depresi

Rahman Indra, CNN Indonesia | Rabu, 09/08/2017 04:57 WIB
Gambar Instagram Didominasi Filter Suram, Bisa Jadi Depresi Postingan gambar di Instagram dapat jadi penentu kepribadian seseorang. Jika didominasi filter hitam-putih, biru atau abu-abu, dapat jadi penanda depresi.(Foto: Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Postingan gambar di Instagram dapat jadi penentu kepribadian seseorang. Jika didominasi filter hitam-putih, biru atau abu-abu, pemilik akun bisa jadi mengidap depresi.

Ungkapan itu disampaikan oleh studi terbaru yang diusung peneliti dari Universitas Vermont dan Harvard, seperti dilansir dari Travel and Leisure, Selasa (8/8).

Peneliti dari kedua perguruan tinggi sedang mengembangkan algoritma komputer yang mampu mengidentifikasi tanda-tanda depresi lewat gambar yang dibagi di media sosial. Analisa gambar ini lebih efektif dibanding diagnosa yang dilakukan dokter.



Menurut studi tersebut, postingan di Instagram yang didominasi warna biru dan abu-abu, serta jarang ada potret wajah bisa jadi penanda seseorang mengidap depresi atau setidaknya mengidap bentuk lain gangguan mental.

"Orang yang mengidap depresi kerap menggunakan filter yang kemudian mengubah warna gambar sebelum mereka membagi di media sosial," ungkap studi tersebut.

Studi tersebut melibatkan 43.950 foto dari 166 orang, yang sebagian dari partisipan secara klinik mengidap depresi dalam tiga tahun terakhir. Algorima mendeteksi 70 persen dari yang mengidap depresi diketahui mengubah gambar mereka dengan dominasi warna yang muram atau biru.


Di antara filter tersebut seperti Inkwell, yang mengubah gambar ke warna hitam-putih. Ini berbeda dengan mood seseorang yang mengubah gambar lebih cerah, atau hangat dengan filter Valencia, misalnya.

Peneliti juga kemudian menemukan bahwa mereka yang mengidap depresi juga kerap tak mengunggah potret wajah. Sebuah paradoks yang menarik bagi peneliti.

"Sedikitnya potret wajah di feed instagram seseorang menjadi indikator mereka yang depresi berinteraksi dalam skala kecil," ungkap peneliti studi. Temuan ini, meski belum teruji, kemudian mendukung hipotesis sad-selfie yang merujuk orang depresi kerap membagi gambar mereka sendiri.