Anniesa Hasibuan, antara First Travel dan Karier Desainer

Rahman Indra, CNN Indonesia | Jumat, 11/08/2017 13:19 WIB
Anniesa Hasibuan, antara First Travel dan Karier Desainer Ditangkap polisi bersama suami Andika Surachman karena dugaan penipuan jemaah umrah, Anniesa dalam dua tahun terakhir dikenal luas sebagai desainer kenamaan. (Foto: CNN Indonesia/Rahman Indra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anniesa Desvitasari Hasibuan (31) bersama suaminya Andika Surachman (31) ditangkap polisi terkait dugaan penipuan jemaah umrah. Keduanya merupakan pimpinan perusahaan penyelenggara ibadah umrah PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel). 

Selain menjabat sebagai Direktur First Travel, dua tahun terakhir Anniesa menorehkan nama dan prestasi di dunia fashion dengan menjadi desainer Indonesia yang tampil di ajang bergengsi New York Fashion Week (NYFW). Dia tampil dua kali pada September 2016, dan Februari 2017.

Perjalanan karier Anniesa sebagai desainer sendiri berawal dari hobinya membuat desain busana bagi teman-teman dan kerabat. Namun kariernya, memang tergolong meroket dengan cepat. Ia langsung menjajaki desain lebih serius ketika menggelar peragaan busana perdananya di Kaftan Festival di London, Inggris pada 2015.



Peragaan busana itu mendapat sambutan positif. Anniesa mengikuti berbagai peragaan busana di sejumlah negara, seperti Malaysia dan New York. Ia juga pernah menggeber koleksi rancangannya di Istanbul Modest Fashion Week, Cannes Fashion, dan Global Short Film Awards Gala.

Sebelum melenggang ke New York Fashion Week, ia terlebih dulu tampil di pekan peragaan adibusana di sana, bertajuk New York Couture Fashion Week (NYCFW).

Anniesa Hasibuan, antara First Travel dan Karier DesainerPeragaan busana Anniesa Hasibuan di NYFW, Februari 2017. (Foto: AFP PHOTO / Angela Weiss)

Dipuji media asing

Kemunculannya yang mendadak dan melaju pesat membuat dunia mode Indonesia sempat bertanya-tanya. Karena merunut rekam jejaknya, Anniesa baru mengawali kiprahnya pada 2015, lalu tampil di NYFW di tahun berikutnya.

Bagi sejumlah desainer, tampil di ajang peragaan busana di salah satu pusat mode dunia, selain Paris, London dan Milan itu butuh waktu, karena ada proses kurasi dan pertimbangan lainnnya.

Selain itu, persoalan biaya untuk tampil di slot NYFW, misalnya, juga menguras kantong yang tak sedikit. Dari penelusuran terhadap situs pekan peragaan busana, satu slot tampil di NYFW berbiaya setidaknya mulai dari US$200,000 atau sekitar Rp2,6 miliar. Untuk label besar seperti Burberry, Louis Vuitton dan lainnya bisa mencapai angka US$1,000,000. Angka yang fantastis untuk sebuah show.

Anniesa Hasibuan, antara First Travel dan Karier DesainerPeragaan busana Anniesa Hasibuan di NYFW, 12 September 2016. (Foto: Frazer Harrison/Getty Images for New York Fashion Week: The Shows/AFP)

Dua kali show di NYFW, membuat nama Anniesa mendapat sorotan dari media luar negeri, seperti CNN, The Independent, Teen Vogue dan Aljazeera. Jika penampilan perdananya menggebrak lewat desain busana modest yang glamor, di peragaan kedua ia menarik perhatian publik berkat keberagaman model imigran yang berjalan di catwalk.


Sebelum terjun ke dunia mode, Anniesa menjalankan banyak usaha. Pada CNNIndonesia.com, ia pernah bercerita memulai usaha kecil jualan pulsa. Kemudian pada 2008 mendirikan usaha travel umrah First Travel bersama Andika. Usahanya berkembang pesat dan meraup untung cukup banyak. 

Setelah menjadi desainer, aktivitas Anniesa mulai terpusat pada dunia desain. Dua tahun terakhir ia tidak hanya berkutat di branding label Anniesa Hasibuan dan butiknya yang berada di Promenade 20, Jakarta Selatan, tapi juga menjajal pasar lebih luas. Anniesa menjalin kerjasama dengan sejumlah pusat perbelanjaan, dan juga label ternama. 

Pada Rabu (9/8) lalu, usai menggelar konferensi pers di perkantoran Kementerian Agama RI, ia dan Andika ditangkap polisi akibat dugaan penipuan terhadap jemaah umrah.

Polisi memperkirakan First Travel meraup keuntungan mencapai Rp550 miliar dari dugaan tindak pidana penipuan pada ribuan jemaah sejak 2015. Anniesa dan Andika dijerat pasal 55 juncto pasal 378 dan pasal 372 KUHP serta UU Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.


Ditangkapnya Anniesa membuat usaha bisnis modenya juga mengalami kendala. Dalam beberapa waktu terakhir, dikabarkan Anniesa tengah menjalin kerjasama dengan sejumlah label ternama sebelumnya, dan tidak dapat dipastikan apakah kerjasama ini akan berlanjut.

Saat dihubungi baik Anniesa dan asistennya enggan memberi komentar lebih jauh. Menurut keterangan sumber terdekatnya, butik Anniesa itu sempat didatangi sejumlah jemaah. Namun, kini butik yang berada di Promenade 20 jalan Bangka Raya itu pun tutup dan tak beraktivitas.