Karezza, Teknik Bercinta Tanpa Orgasme di Era Victoria

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Sabtu, 19/08/2017 00:28 WIB
Karezza, Teknik Bercinta Tanpa Orgasme di Era Victoria Seorang terapis seks yang berbasis di London, Mike Lousada dan Louise Mazanti menilai jika tren berhubungan seksual di atas tempat tidur dari abad ke-19 memang menjadi kunci seks yang lebih baik dan keintiman yang dekat.(Thinkstock/vadimguzhva)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejak era Victoria di Britania Raya, sensasi berhubungan seksual menjadi sebuah sorotan yang tidak bisa dilepaskan begitu saja. Hingga saat ini sejumlah ahli hubungan seksual terus menerus mencari metode yang dapat meningkatkan gairah seksual untuk pasangan.

Seorang terapis seks yang berbasis di London, Mike Lousada dan Louise Mazanti menilai jika tren berhubungan seksual di atas tempat tidur dari abad ke-19 memang menjadi kunci seks yang lebih baik dan keintiman yang dekat.

Dilansir dari Daily Mail, teknik yang ada pada masa itu bernama karezza. Teknik tersebut mendorong pria dan wanita untuk tidak mencapai orgasme saat berhubungan seksual supaya pasangan dapat menikmati kebersamaan lebih lama, lebih intens dan mencapai energi seksual secara bertahap.


Istilah tersebut diciptakan oleh Dr Alice Bunker Stockham tahun 1896. Dia merupakan seorang ahli abstetri dan ginekologi asal Chicago yang merupakan perempuan kelima berprofesi sebagai dokter di Amerika Serikat.
Stockham juga diketahui seorang feminis yang vokal untuk persoalan pernikahan supaya mengontrol kelahiran, melarang penggunaan korset dan pemenuhan seksual untuk pria dan wanita.

Karezza berasal dari kata Bahasa Italia yaitu hospez yang berarti belaian dan mendorong pasangan untuk fokus pada keintiman yang melibatkan tatapan mata dan sentuhan ringan.

Praktiknya sendiri dikenal dengan sebutan kontinun seksual dan sangat kontroversial di era Victoria. Bahkan teknik tersebut justru masih populer di kalangan pasangan yang berpikiran maju.

Di era modern seperti sekarang, penulis Sexual Real Lousada dan Manzati menilai, teknik karezza dapat membuat pasangan modern belajar untuk menghargai setiap sentuhan halus yang sering kali tidak diketahui.

"Inti latihan ini adalah menjauh dari seks berbasis gesekan dan untuk menciptakan kesadaran akan sensasi yang lebih halus namun juga menyenangkan," ujarnya seperti dikutip Metro.
"Ketika benar-benar mendengarkan sensasi ini akan terasa sedikit seprti listrik yang mengalir melalui tubuh maka seluruh tubuh kita bisa orgasme," ucapnya kemudian.

Keduanya menilai, karezza menciptakan orgasme tubuh penuh yang bisa bertahan selama pasangan memilihnya. Hal tersebut berbeda dengan orgasme genital yang dihasilkan dengan singkat seperti goyangan pinggul.

Teori karezza didukung oleh ahli kesehatan dan dilihat sebagai alternatif alami untuk viagra dan sebagai obat untuk disfungsi seksual atau kekurangan hasrat seksual apda perempuan.

Dari penelitian yang dilakukan, karezza menunjukkan jika energi seksual terus mengalir karena tidak ada garis finish yang membantu mencegah kebosanan dengan pasangan.
Teknik Karezza

Karezza memang terdengar sebagai hubungan seksual yang romantis antar pasangan. Untuk memulai karezza dapat dilakukan dengan tersenyum dan saling melakukan kontak mata serta menatap satu sama lain selama beberapa saat.

Selanjutnya, pernapasan tersinkronisasi. Kemudian, pasangan dapat saling memeluk atau dengan lembut bergoyang-goyang dan mempertemukan kening dengan kening di kepala pasangan.

Setelah itu dapat dilakukan dengan memeluk atau merangkul satu sama lain dengan keheningan sekitar 20 menit hingga 30 menit. Pasangan juga dapat menambahkan belaian atau pijatan sebagai hiburan.

Langkah selanjutnya, Anda bisa langsung mencumbu dan merangsang pasangan dengan teknik sesuai keinginan Anda.