Mengenal Diabulimia, Gangguan Pola Makan Paling Berbahaya

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Senin, 02/10/2017 07:28 WIB
Mengenal Diabulimia, Gangguan Pola Makan Paling Berbahaya Di samping bulimia dan anoreksia, diabulimia merupakan gangguan pola makan yang patut diwaspadai, khususnya bagi penderita penyakit diabetes tipe 1. (Foto: Thinkstock/CentralITAlliance)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyanyi Lady Gaga belum lama ini mengungkapkan bahwa ia menderita fibromyalgia. Penyakit ini membuat dirinya mengalami rasa sakit di sekujur tubuh. Penyanyi yang melejit berkat lagu "Just Dance" ini rupanya dulu sempat mengalami bulimia dan anoreksia.

Saat di bangku sekolah, ia selalu merasa gemuk padahal orang di sekitarnya melihat dirinya sudah cukup kurus. Kemudian ia selalu berusaha memuntahkan makanannya. Tak hanya Lady Gaga, sederet artis lain pernah mengalami gangguan pola makan seperti Jessica Alba, Mary-Kate Olsen juga Ashlee Simpson.

Akan tetapi, ternyata ada gangguan pola makan yang lebih berbahaya dari bulimia atau pun anoreksia. Dilansir dari Metro, penyakit diabulimia patut diwaspadai, khususnya bagi penderita diabetes tipe 1.



Apa itu diabulimia?

Ini merupakan tindakan menyuntikkan lebih sedikit insulin dari yang dibutuhkan dengan sengaja atau bahkan menolak suntikan insulin. Hal ini dilakukan untuk menurunkan berat badan. Diabetes tipe 1 tak seperti diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 perlu diet ketat hingga penyuntikan insulin secara berkala karena tubuh tak mampu memproduksi insulin sendiri.

Tanpa insulin, tubuh tidak bisa memecah gula dari makanan menjadi energi dan tak bisa memberi asupan bagi lemak, organ serta otot.

Penyuntikan insulin yang lebih sedikit dari kebutuhan, membuat orang dapat makan apapun yang dia inginkan tanpa mengalami kenaikan berat badan. Tindakan ini berbahaya karena dapat mengakibatkan kerusakan ginjal, masalah kesuburan, gagal jantung hingga kematian.

Kepala psikiater untuk diabetes di King's Health Partner, Profesor Khalida Ismail berkata merampas insulin dari tubuh akan membuat kadar gula darah semakin tinggi.

"Dan kadar gula darah tinggi berisiko komplikasi diabetes seperti kebutaan, merusak ginjal Anda atau merusak saraf pada akhirnya," katanya dikutip dari Metro (24/9).


Petugas medis untuk diabetes tidak dilatih untuk menghadapi gangguan pola makan. Penolakan terhadap insulin sebenarnya tidak diklasifikasikan sebagai gangguan mental sehingga diabulimia tak bisa diatasi.

Di Inggris, sekitar 350 ribu orang menderita diabetes tipe 1, dan lebih dari 725 ribu orang mengalami gangguan pola makan. Sebanyak 40 persen perempuan muda berusia 15-30 tahun menderita diabetes tipe 1 dan juga mengalami diabulimia.

"Anda dapat terlihat baik dan memiliki ukuran tubuh normal, bukan karena anda merampas insulin dari tubuh, tapi karena gula darah yang terlalu tinggi," kata Ismail.