Airbnb Buka 'Penampungan' untuk Pengungsi Gunung Agung

Ardita Mustafa, CNN Indonesia | Jumat, 29/09/2017 19:25 WIB
Airbnb Buka 'Penampungan' untuk Pengungsi Gunung Agung Pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat telah bergerak menyusun langkah penanggulangan dampak letusan Gunung Agung jika benar terjadi. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat telah bergerak menyusun langkah penanggulangan dampak letusan Gunung Agung jika benar terjadi.

Airbnb, penyedia jasa layanan akomodasi wisata, juga menyediakan Sarana Penanggulangan Bencana untuk masyarakat dan turis yang kemungkinan terdampak bencana alam tersebut.


Dilansir dari keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com pada Jumat (29/8), Sarana Penanggulangan Bencana itu berupa situs informasi yang menghubungkan pengungsi dengan tuan rumah Airbnb.


Tuan rumah Airbnb yang sudah terdaftar akan menyediakan tempat tinggal tanpa pungutan biaya kepada mereka, hingga 11 Oktober 2017.

“Ini merupakan salah satu bentuk empati kami terhadap masyarakat yang terkena dampak dari aktivitas Gunung Agung,” kata Manajer Negara Airbnb Asia Tenggara, Hong Kong & Taiwan, Robin Kwok.


“Tuan rumah Airbnb di Bali yang tidak terkena dampak untuk ikut mendaftarkan tempat tinggalnya secara gratis, sehingga semakin banyak yang saling terhubung dan saling membantu,” lanjutnya.

Airbnb sudah melakukan konsep Sarana Penanggulangan Bencana ini sejak bencana alam Badai Sandy yang menerpa Amerika Serikat pada 2012.

Konsep ini dinilai efektif, sehingga diulang kembali saat terjadi Badai Harvey kemarin.

Saat itu, sebanyak 1.000 tuan rumah Airbnb menyediakan tempat tinggalnya untuk pengungsi di Texas dan Louisiana, yang disebut merupakan jumlah terbesar hingga saat ini.

Untuk ikut menjadi tuan rumah Airbnb bagi pengungsi letusan Gunung Agung, bisa mendaftar melalui situs resmi Airbnb.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG) memastikan telah muncul rekahan di kawah Gunung Agung Karangasem, Bali.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Gede Suantika.

"Positif sudah ada rekahan," katanya saat dihubungi pada Jumat (29/9).

Munculnya rekahan tersebut, kata Gede, semakin mengindikasikan Gunung Agung bisa meletus dalam waktu dekat.

"Setelah rekahan, letusan ya pasti," ujar Gede.

Nantinya jika Gunung Agung meletus, maka lava yang berasal dari dalam gunung akan keluar melalui rekahan yang telah terbuka itu.

Selain itu, semakin intensnya asap yang keluar dari kawah Gunung Agung juga menunjukkan aktivitas vulkanik di dalamnya terus meningkat.

(ard)