Ulasan Fashion

Sebastian Gunawan dan Peragaan 25 Tahun Berkarya

Rahman Indra , CNN Indonesia | Minggu, 22/10/2017 02:12 WIB
Sebastian Gunawan dan Peragaan 25 Tahun Berkarya Memeringati 25 tahun perjalanannya sebagai desainer, Sebastian Gunawan mengusung karyanya dengan satu benang merah yang sama, glamor, elegan dan artistik. (Foto: CNN Indonesia/Rahman Indra)
Jakarta, CNN Indonesia -- "Dulu, waktu pertama kali berkarya, saya seolah berbisik (whisper), kini terdengar nyaring, dan bergemuruh (roar)."

Demikian Sebastian Gunawan, atau yang akrab disapa Seba menguraikan tema peragaan busana tunggalnya, Whisper/Roar, yang digelar beberapa waktu lalu di Grand Ballroom Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta.

Bersama istrinya Cristina Panarese, Seba menghadirkan 82 busana yang seolah merekam jejak perjalanan berkaryanya yang sudah 25 tahun. Waktu dua dekade lebih yang tak singkat untuk perjalanan seorang desainer.

Merangkum perjalanan yang tak singkat itu ke dalam satu jam peragaan busana diset sedemikian rupa lewat beberapa busana dengan sejumlah tema oleh Seba. Dari mulai gaun era 40-an, 50-an, atau 60-an yang semuanya meski berbeda-beda, dalam potongan dan warna, tetap mengacu pada satu benang merah gaya atau signature rancangannya, yang glamor, elegan dan artistik.

Sebastian Gunawan dan Peragaan 25 Tahun Jejak Berkarya Foto: CNN Indonesia/Rahman Indra
Dua setengah dekade

Koleksi Whisper/Roar merekam perjalanan karya Sebastian Gunawan sebagai label dari 'bisik-bisik' hingga nyaring 'bergemuruh'.

Jika diperhatikan dengan seksama, alur peragaan juga dibuat sejalan dengan tema. Pada paruh pertama peragaan, Seba menghadirkan rancangan yang anggun elegan, lalu pada paruh bagian kedua mulai bersiluet dramatis, dan detail artistik yang kaya.

Bagi yang kerap hadir di setiap peragaan busana tunggalnya, pastilah merasakan seolah dejavu, pernah melihat karya atau rancangan serupa di masa-masa sebelumnya.

Gaun-gaun bergaya Eropa era masa lampau ia sublim menjadi gaya bercita rasa kekinian. Dan untuk kali ini, Seba merentang rancangannya lebih luas, dari mulai potongan gaun A-line, jaket pendek, jaket panjang, fitted duyung, hingga dress jumper bersiluet lurus yang unik. Sekilas akan tampak seperti gaun panjang saat model mengenakan berdiri tegak, lalu bersalin menjadi jumper saat model bergerak.

Penggunaan bahan yang beragam, di antaranya yang tipis, tebal, halus dan kaku, memberi efek dramatis yang berbeda-beda.

Secara keseluruhan, setidaknya ada dua yang menjadi perhatian utama dalam setiap karya yang diperagakan Seba kali ini, yakni potongan bagian lengan, dan dominasi detail.

Sebastian Gunawan dan Peragaan 25 Tahun Jejak Berkarya Foto: CNN Indonesia/Rahman Indra
Pada bagian lengan, Seba bermain-main dengan gaya rancangan beragam; dari mulai lengan lurus, bervolume, bertumpuk, pendek dan panjang. Ragam lengan ini mengayakan siluet.

Sementara, ada bagian dominasi detail yang membutuhkan kerajinan tangan yang terampil. Melihatnya dari dekat diyakini satu potongan bisa jadi dibuat dalam waktu yang tak singkat untuk menyelesaikannya. Ada detail kristal, manik-manik, penyusunan payet, sulaman, serta menekuk pita hingga jadi busana utuh.

Salah satu yang paling menonjol dan mencolok mata adalah pada gaun dengan permainan teknik pita yang dilipat dan dibentuk seperti segitiga, lalu disusun bertumpuk membentuk motif tiga dimensi. Lainnya, ada pada gaun dengan pita yang dijalin selayaknya anyaman keranjang bambu berukuran besar.

Di bagian akhir peragaan, Seba menyisakan dua gaun pengantin dengan detail di bagian rok dan ekor yang membuat takjub. Peragaannya kali ini, hadir hampir tanpa cela, dan tingkat kematangan yang terjaga. Jika ada kejanggalan, itu lebih pada ekspektasi sekiranya Seba bisa menghadirkan yang beda, keluar dari jalur rancangannya.

Sebastian Gunawan dan Peragaan 25 Tahun Jejak Berkarya Foto: CNN Indonesia/Rahman Indra

Rancangan serupa

Seperti peragaan busana tunggal Seba yang digelar setiap tahun, dan pengunjung yang rata-rata adalah penggemar Seba, semua seolah mengulang pola yang sama.

Seba dengan parade busananya yang membuat perempuan manapun menjadi tampak cantik, glamor dan sekaligus elegan. Seba bersikukuh di imej itu, dan tak meninggalkannya barang sejenak.

Maka yang berharap ada rancangan keluar dari jalur itu, atau ingin sesuatu yang baru dari Seba maka akan merasa kecewa. Peragaan busana Seba adalah perayaan akan konsistensi berkarya. Mungkin jika berharap ada sesuatu yang berbeda mesti menunggu lini busana lain yang dikeluarkannya.

Untuk sementara waktu, dalam perayaan dua setengah dekade perjalanannya sebagai desainer, Seba akan selalu identik dengan gaun rancangan yang kaya akan detail, dan membuat perempuan merasa anggun di saat yang sama.