Menggoda Perempuan dengan Bersiul di Perancis Bisa Kena Denda

Rahman Indra, CNN Indonesia | Selasa, 17/10/2017 15:45 WIB
Menggoda Perempuan dengan Bersiul di Perancis Bisa Kena Denda Pemerintah Perancis memberlakukan denda bagi pria yang melakukan 'catcall' atau siulan menggoda pada perempuan. Ini dianggap pelecehan verbal bagi perempuan. (Foto: Thinkstock/Digital Vision)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Perancis menganggap serius siulan menggoda atau perilaku 'cat-calling' yang kerap dilakukan oleh kaum pria, sebagai sebuah pelecehan verbal. 

Oleh karenanya, beberapa waktu lalu, Perancis mengumumkan akan memberlakukan denda bagi mereka yang melakukan catcall, dan atau perilaku tidak pantas di ruang publik. 

"Ini sungguh diperlukan, karena saat ini pelecehan di jalan tidak terdapat dalam undang-undang. Kita tahu kapan kita merasa terintimidasi, tidak aman, dan dilecehkan ketika berada di jalan," tutur sekretaris untuk kesetaraan gender Perancis, Marlene Schiappa, Senin (16/10), seperti dilansir dari Travel and Leisure.


Sebagai tindak lanjut dari aturan ini, disebutkan tim gabungan antar partai yang terdiri atas lima anggota parlemen akan bekerjasama dengan pihak kepolisian dan hakim. Mereka akan menentukan besaran denda, dan hukuman apa yang sesuai serta mampu dilaksanakan oleh petugas kepolisian nantinya. 


Schiappa menambahkan bahwa pihak kepolisian akan menindaklanjuti segala keluhan dari perempuan. Pria yang menguntit dan berulang kali meminta nomor telepon juga akan diberi denda.

"Tingkat denda merupakan bagian dari diskusi kami. Dua puluh euro akan sedikit memalukan, €5,000 (Rp79 juta) bisa untuk mencegah. Untuk saat ini banyak pria yang mengatakan 'Ini bukan masalah besar, kami cuma bersenang-senang' dan kami mengatakan 'Tidak', untuk itu," tuturnya.

Peraturan tersebut juga menerima respons beragam dari berbagai pihak politisi Perancis.

Menteri Ekonomi Perancis, Bruno Le Maire mengungkapkan bahwa ia tidak akan pernah secara publik mengadukan politisi yang ia tahu bersalah melakukan pelecehan. 

Ia kemudian meminta maaf melalui Twitter dengan mengungkapkan "Tidak usah dikatakan lagi jika saya mengetahui ada kasus pelecehan seksual terhadap perempuan, saya akan yang pertama melaporkannya."

Peraturan melarang dan memberi denda untuk catcall bukan satu-satunya tindakan yang diajukan untuk kesejahteraan perempuan di Perancis.

Presiden Republik Prancis, Emmanuel Macron sebelumnya pernah mengumumkan bahwa ia akan mencabut penghargaan bergengsi Légion D'Honneur produser Hollywood Harvey Weinstein atas tuduhan pelecehan seksual dan pemerkosaan yang ia terima.

Perancis juga bukan satu-satunya negara yang mengambil langkah untuk memastikan keselamatan perempuan di publik.

Juni lalu, Madrid memberlakukan peraturan untuk melarang manspreading, cara duduk dengan kaki mengangkang, di transportasi umum. New York juga menetapkan hukum yang serupa pada 2014.