Setiap tahunnya di Indonesia tercatat lebih dari 5.000 kasus pembedahan jantung.
Namun ternyata, operasi jantung tak bisa dilakukan sembarang waktu. Salah dalam memilih waktu operasi jantung, risiko kerusakan bakal meningkat. Selama ini, belum ada pengaturan jadwal terhadap pelaksanaan bedah jantung
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu lantaran tubuh sudah memiliki jam tertentu atau dikenal dengan ritme sirkadian. Waktu itu yang membuat tubuh teratur berkegiatan seperti tidur, bangun, makan hingga bersiap untuk melakukan penyembuhan pascaoperasi besar.
Riset itu menemukan terdapat hampir 300 gen yang menghubungkan jam tubuh dengan kerusakan jantung. Gen itu pula yang bisa memengaruhi cara kerja jantung bakal lebih lemah memperbaiki diri pascaoperasi jika dilakukan pada pagi hari.
"Temuan kami menunjukkan waktu itu disebabkan bagian dari kerusakan jantung dipengaruhi oleh jam sirkadian dan gen yang mengendalikannya. Oleh karena itu, melakukan bedah jantung di siang hari bisa mengurangi risiko kerusakan pasca operasi," kata Montaigne.
Lihat juga:6 Manfaat Minum Air Kelapa di Pagi Hari |
Orang yang menjalani operasi di siang hari memiliki risiko 50 persen lebih rendah mengalami serangan jantung, gagal jantung atau kematian akibat penyakit jantung dibanding orang yang menjalani operasi di pagi hari.
Oleh karena itu, para peneliti seperti diberitakan The Independent, menyarankan agar pasien dengan risiko tinggi sebaiknya melakukan operasi pada siang hari. (evn)