Cerita di Balik 3 Piala WOW Buat Rinaldy Yunardi

Rahman Indra, CNN Indonesia | Selasa, 07/11/2017 15:19 WIB
Cerita di Balik 3 Piala WOW Buat Rinaldy Yunardi Desainer aksesori Rinaldy Yunardi membawa pulang tiga piala di ajang lomba desain bergengsi tingkat dunia World of WearableArt (WOW) di Selandia Baru. (CNN Indonesia/Rahman Indra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Desainer aksesori Rinaldy Yunardi membawa pulang tiga piala di ajang lomba desain bergengsi tingkat dunia World of WearableArt (WOW) di Wellington, Selandia Baru.

Rinaldy berhasil menyisihkan 104 karya finalis dari 122 desainer yang berasal dari 13 negara untuk memperebutkan 37 piala.

Desainer yang sudah berkiprah hampir dua dekade itu meraih tiga penghargaan dari dua karya yang diikutsertakannya. Karya pertama, Encapsulate meraih Juara Umum yang memenangkan The Supreme WOW Award, dan Juara 1 untuk kategori Open yang memenangkan Section Award.


Sementara karyanya yang lain, Cosmos meraih Juara 1 untuk kategori Avant-Garde yang memenangkan Section Award.

"Tak pernah mengira bisa menang lomba ini, bahkan di tiga kategori sekaligus," ujar Yungyung, demikian ia biasa disapa, dalam pertemuan di Kembang Goela, Jakarta, Selasa (7/11).

Koleksi Rinaldy YunardiEmpat karya dari seri yang diikutsertakan ke kompetisi WOW oleh Rinaldy Yunardi (Foto: CNN Indonesia/Rahman Indra)

Atas kemenangannya itu, ia membawa pulang piala dan uang senilai NZD 30.000 sebagai Juara Umum, ditambah NZD 20.000 lagi untuk kemenangannya di dua kategori lainnya, atau setara hampir Rp400 juta.

Rinaldy unggul dari desainer lainnya dari 13 negara, yang ikut berkompetisi. Di antaranya dari Australia, China & Hong Kong, India, Belanda, Malaysia, Selandia Baru, Singapura, Spanyol, Taiwan, Inggris, dan Amerika Serikat. 

Cerita di balik kompetisi

Rinaldy mengatakan, keikutsertaannya di kompetisi desain didorong oleh desakan Faye Liu dari The Clique, agensi Rinaldy yang berbasis di Hong Kong.

Awalnya ia membuat enam karya, tapi hanya dua yang dikirim untuk berkompetisi ke Selandia Baru.

"Birokrasi yang berbelit-belit serta biaya yang bukan main tingginya membuat nyali saya surut. Saya merasa sedih karena pontang-panting sendirian. Tidak ada pihak pemerintah yang membantu. Dengan berat hati saya secara pribadi hanya mampu memberangkatkan dua dari enam karya seri yang saya buat," ungkap Yungyung, seperti dalam pernyataannya.

Terkait ini, Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif mengatakan badan pemerintah tersebut siap membantu seniman Indonesia dalam berkarya.

"Itu karena senimannya bergerak sendiri, kalau ajukan ke kita, kita akan bantu, untuk ke depannya," ujar dia merespons, di Jakarta, Selasa (7/11).

[Gambas:Instagram]

Detail karya

Dua karya Rinaldy berhasil mencuri perhatian para juri WOW. Encapsulate berbentuk kapsul raksasa yang dibuat dari susunan helai tali rafia dan LED. Kapsul tersebut dibentuk terpotong menjadi dua bagian yang diselubungkan ke badan model.

Sementara, Cosmos tampil sebagai baju hitam dan perak terbuat dari kristal jala, tali rafia, dan logam dengan imbuhan hiasan kepala yang rumit, menutupi seluruh badan model.

Dame Suzie Moncrieff, penggagas dan pendiri WOW mengatakan lomba desain tersebut sudah berlangsung sejak 29 tahun lalu. Rinaldy telah menjadi bagian dari barisan desainer tingkat dunia yang memenangkan tiga piala.

Menurut Moncrieff, para juri terpesona pada estetika dan kekuatan desain yang tak terbantahkan dalam karya cipta dan keunikan bentuk karya Rinaldy.

Dalam aturan lomba, WOW memberi kebebasan pada peserta menggunakan benda pakai dari segala strata yang orisinal, inovatif dan dibuat dengan apik. Kompetisi ini menjadi ajang untuk bereksplorasi dan bereksperimen dengan berbagai sumber daya dan memperbolehkan desainer dalam menggunakan bahan apapun untuk menciptakan karya pakai canggih mulai dari kelas pengrajin hingga teknologi fabrikasi futuristik.

Penjurian berlangsung dalam tiga tahap, termasuk penilaian secra rinci terhadap detail, dan penampilan saat di atas panggung. Jurinya sendiri terdiri dari Dame Suzie Moncrieff, perancang busana dan seniman Kerrie Hughes, seniman Michel Tuffery, dari Sirkuit Weta Sir Richard Taylor, Valerie Desjardins dari Cirque du Soleil dan Teneille Ferguson dari David Jones.

[Gambas:Instagram]

Rinaldy berhalangan hadir saat pengumuman pemenang pada September lalu. Namun, Tantowi Yahya, Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru turut hadir menyaksikan penyerahan piala.

Pada kesempatan bertemu media, di Jakarta, Rinaldy memberi tunjuk tiga piala dan sekaligus empat karya asli yang merupakan seri dari keseluruhan enam karyanya. Dua karya yang ikut kompetisi dan menang, kata dia, akan dipamerkan di National WOW Museum di Nelson, Selandia Baru dan bisa dilihat publik mulai Desember mendatang. (rah/chs)