Imunotherapy, Harapan Baru Obat Kanker Paru

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Sabtu, 25/11/2017 10:24 WIB
Imunotherapy, Harapan Baru Obat Kanker Paru Berbeda dengan imunologi umum, imunotherapy digunakan untuk membunuh sel kanker. Pengobatan ini menjadi harapan baru buat penyintas kanker paru. (Foto: Thinkstock/Wavebreakmedia Ltd)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kanker paru dikenal sebagai pembunuh utama di kelompok penyakit kanker. Kesintasan alias angka harapan hidup pasien kanker paru adalah yang paling buruk di antara pasien yang menderita kanker jenis lain.

Meski belum ada angka pasti, Elisna Syahruddin, spesialis paru dari RS Persahabatan menuturkan, angka kejadian kanker paru makin meningkat.

Bila mau dilihat, laki-laki lebih banyak terkena kanker paru dengan perbandingan 40 orang di antara 100ribu penduduk berisiko. Mereka yang berusia 40 tahun ke atas memang punya risiko lebih besar untuk terkena kanker, tapi kini mereka yang berusia 30-an pun bisa terkena.


"Dari kecil perokok pasif sehingga proses menuju kanker dimulai lebih cepat," kata Elisna dalam diskusi Forum Ngobras di Penang Bistro, Jakarta Pusat, Jumat (24/11).


Ia berkata, hingga kini belum ada prosedur diagnosis untuk deteksi dini kanker paru. Rata-rata pasien datang dalam kondisi cukup parah. Angka kematian tinggi akibat kondisi tubuh tak lagi mendukung atau tidak memenuhi syarat untuk dilakukan pengobatan.

Namun kini sepertinya ada harapan baru untuk pengobatan kanker paru, yakni lewat imunotherapy. Pengobatan kanker dikenal tiga jenis yakni bedah, radiotherapy dan sistemictherapy. Imunotherapy masuk ke dalam sistemictherapy, selain chemotherapy dan targeted therapy.

"Imunotherapy jangan disamakan dengan pemberian imunologi umum. Kalau yang umum terjadi itu pemberian imun semisal lewat vaksin adalah untuk memperkuat sistem pertahanan tubuh terhadap penyakit. Kalau imunotherapy itu untuk membunuh sel kanker," jelasnya.


Elisna menjelaskan, pada pasien akan diterapkan proses imunohisto. Imunohisto pada sel kanker paru ialah identifikasi komponen jaringan yang punya ciri tertentu dengan menggunakan PD 1 atau PDL 1. Apabila pada sel kanker terdapat ekspresi protein atau reaksi di atas 50 persen, maka sel kanker dapat ditandai kemudian dihilangkan tanpa merusak sel-sel sehat di sekitarnya.

Imunotherapy memang akan jadi modalitas baru pengobatan kanker paru dan masuk dalam panduan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) untuk pengobatan kanker. Tahun depan, terapi ini akan resmi masuk Indonesia.

Biaya imunotherapy terbilang mahal. Dalam sebulan, biayanya mencapai Rp40juta. Sedangkan proses pengobatan paling tidak berjalan selama setahun.

"Terapi ini belum dicover BPJS tapi sedang diusahakan. Kami sedang persiapan untuk rekomendasi ke BPOM," tambahnya. (rah/rah)


BACA JUGA