Kanker Paru Hantui Pria Indonesia

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Selasa, 08/11/2016 01:11 WIB
Data yang dikeluarkan Hello Sehat menyebutkan kanker paru adalah penyebab kematian nomor satu bagi laki-laki di Indonesia. Kanker paru jadi pembunuh nomor satu bagi pria di Indonesia. (Pexels/Wesley Wilson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di antara jenis kanker lainnya, kanker paru adalah yang paling sering menyerang penduduk Indonesia, dan yang paling banyak mencabut nyawa.

Sebanyak lebih dari 20 persen penderita kanker di Indonesia menderita kanker paru, sehingga kanker paru menjadi penyebab kematian nomor satu bagi laki-laki di Indonesia.

Hello Sehat, situs informasi medis dan kesehatan, menghubungkan fakta tersebut dengan kebiasaan merokok.


“Dua dari tiga laki-laki di Indonesia adalah perokok aktif. Ini berkaitan erat dengan tingginya kanker paru di Indonesia, karena pada 1 dari 13 laki-laki di Indonesia terdeteksi kanker paru,” ujar Editor-in-Chief Hello Sehat Lika Aprilia dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (8/11).

Dia menambahkan, Indonesia merupakan negara dengan angka perokok laki-laki terbanyak di dunia, setelah China.

Berdasarkan data profil mortalitas akibat kanker dari WHO pada 2014, Indonesia memiliki 35185 orang pengidap kanker paru, trakea dan bronkus, atau sekitar 21,8 persen.

Sementara, penyakit kanker lainnya yang juga marak di Indonesia adalah kanker hati (12,3 persen), kanker kolorektal (10,2 persen), kanker prostat (8,9 persen), serta kanker mulut (7,5 persen).

Adapun, beberapa gejala kanker paru yang wajib diwaspadai adalah batuk yang tak kunjung sembuh, rasa nyeri berkepanjangan pada dada, masalah pernapasan, ada darah dalam dahak, masalah dalam menelan, suara yang berubah, kehilangan berat badan tanpa bisa dijelaskan, serta selalu merasa lelah.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kanker paru adalah penyakit silent killer atau yang diam-diam mematikan, serta merupakan jenis kanker dengan angka kematian tertinggi, yaitu 1,59 juta pada tahun 2012.

Salah satu penyebab angka kematian yang tinggi adalah akibat sulitnya mendiagnosis kanker paru secara dini. Sekitar 40 persen orang yang didiagnosis kanker paru, baru menerima diagnosis setelah penyakit telah berkembang. Dari 30 persen diagnosis, kanker telah mencapai stadium 3. (les)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK