FOTO: 'Krisis' Pohon Natal di Amerika

CNN Indonesia | Kamis, 30/11/2017 10:54 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat mulai kesulitan mendapat pasokan pohon Natal. Pasalnya jumlah pohon Natal siap tebang dan jual jumlahnya sudah semakin tipis.

Di Natal tahun ini, warga Amerika mungkin akan membayar lebih untuk mendapatkan pohon Natal, karena pasokan menipis dari Oregon dan Carolina Utara. (Justin Sullivan/Getty Images/AFP)
Joe Territo salah satu penjual pohon di Oregon, Carolina. Dia pun menjadi frustasi dengan adanya kenaikan biaya produksi. Dia mengungkapkan satu-satunya angka yang turun adalah keuntungan. (Justin Sullivan/Getty Images/AFP)
Hanya saja, masalah utamanya adalah pasokan. Penanam pohon Natal semakin kritis di tahun ini karena pohon dikirim ke luar negeri dan area lainnya (Justin Sullivan/Getty Images/AFP)
Saat masa resesi besar, petani memiliki kelebihan pasokan pohon karena terlalu banyak menanam pohon di awal 2000-an. Namun harga rendahnya memaksa petani keluar dari bisnis. (Justin Sullivan/Getty Images/AFP)
Saat masa resesi besar, petani memiliki kelebihan pasokan pohon karena terlalu banyak menanam pohon di awal 2000-an. Namun harga rendahnya memaksa petani keluar dari bisnis. (Justin Sullivan/Getty Images/AFP)
Tapi kini, tak banyak pohon yang bisa dipakai dan permintaan tak dapat dipenuhi. Petani tak bisa mengejar ketinggalan bertahun-tahun karena butuh 9 tahun sampai pohon siap dipotong dan dijual. (Justin Sullivan/Getty Images/AFP)
Pertanian Oregon memanen sebagian besar pohon di Amerika Serikat, mengekspornya ke tempat-tempat seperti Asia dan California. Pohon dari Carolina Utara umumnya dikirim ke negara bagian timur Sungai Mississippi, seperti Florida.  (REUTERS/Natalie Behring)
Menurut Northwest Christmas Tree Association, Carolina Utara memanen sekitar 3,5 juta pohon pada 2016, Michigan (3 juta), Pennsylvania (2,3 juta), dan Washington (1,5 juta). (REUTERS/Natalie Behring)
Casey Grogan, manajer di Silver Bells Tree Farm Orgeon mengungkapkan bahwa mereka sudah menerima permintaan pohon Natal yang melonjak 20 kali lipat dari normal. (Justin Sullivan/Getty Images/AFP)