ULASAN PENGINAPAN

Empat Malam dalam Kemewahan 'Golden Triangle'

Ardita Mustafa, CNN Indonesia | Minggu, 03/12/2017 10:20 WIB
Empat Malam dalam Kemewahan 'Golden Triangle' Pemandangan dari atas balkon kamar. (CNN Indonesia/Ardita Mustafa)
Chiang Rai, CNN Indonesia -- Jauh dari mana-mana, adalah kesan pertama saat saya mempelajari peta lokasi Anantara Golden Triangle Elephant Camp & Resort yang berada di Chiang Rai, Thailand.

Meski demikian, saya tetap menerima undangan untuk datang ke resor mewah itu, karena penasaran dengan kamp penampungan gajah yang menjadi daya tarik utamanya.

Anantara Golden Triangle Elephant Camp & Resort berjarak sekitar 1,5 jam perjalanan dari Bandara Internasional Chiang Rai. Pusat kota Chiang Rai berada di dekat bandara. Jadi, kalau tetap memaksakan untuk kongko di bar atau kedai kopi di pusat kota, Anda membutuhkan waktu pulang pergi dengan kendaraan bermotor selama 3 jam.


Perjalanan yang sangat panjang, mengingat kota ini tidak memiliki kepadatan lalu lintas sama sekali.

Saya berusaha mengusir jauh-jauh keinginan kongko tersebut, karena keramaian yang sama sudah pernah saya cicipi di Bangkok atau Jakarta. Setelah menjejakkan kaki di Bandara Internasional Chiang Rai saya meneguhkan hati untuk membetahkan diri berada di komplek resor selama empat hari ke depan.

Sepanjang perjalanan dari bandara ke hotel saya disuguhi oleh pemandangan hutan di kanan dan kiri. Hawa dingin mulai terasa saat mobil semakin jauh berjalan. Walau masih berada di negara tropis, namun Chiang Rai berada di pegunungan utara Thailand. Jangan sampai salah kostum saat datang ke sini dan malah mengenakan baju terbuka ala pesta pantai di Phuket.

Tiba di komplek hotel, matahari sudah hampir tenggelam. Lampu-lampu taman dan ruangan berwarna kekuningan sudah mulai dinyalakan. Beberapa petugas hotel langsung menyambut saya dengan ramah. Satu orang membawa koper dan tas ke kamar, satunya lagi menggiring saya ke lobi.

Rimbun pepohonan menyatu bersama unsur kayu dan warna oranye yang menjadi ciri khas bangunan hotel ini. Atapnya dibuat serba tinggi, lorongnya dibuat serba luas, sehingga udara sejuk alami senantiasa terasa. Yang tidak tahan dingin mungkin sudah harus mengenakan jaket jika ingin mampir ke lobi.

Empat Malam dalam Kemewahan 'Golden Triangle'Lobi yang berlangit-langit tinggi. (CNN Indonesia/Ardita Mustafa)

Sesampainya di bagian penerimaan tamu, saya disambut oleh humas hotel yang menjelaskan tipe kamar yang saya inapi beserta jadwal kegiatan yang saya jalani keesokan hari.

Ada tiga tipe kamar di bangunan hotel tiga lantai ini, yakni; Deluxe Three Country View Room, Three Country View Suite, dan Three Country View Family Suite.

Kamar yang saya inapi, Deluxe Three Country View Room, berharga “paling murah” yaitu Rp16 jutaan per malam. Petugas hotel mengatakan kalau yang membedakan tiap kamar hanya luas ruangan. Selebihnya sama, berpemandangan ke arah Golden Triangle—“pertigaan” Thailand, Myanmar, dan Laos yang populer menjadi jalur perdagangan opium pada tahun 1950-an.

Empat Malam dalam Kemewahan 'Golden Triangle'Kamar yang saya inapi, Deluxe Three Country View Room. (Dok. Anantara Golden Triangle)

Harga tersebut juga sudah termasuk biaya antar jemput ke bandara, sarapan dan makan malam berkonsep buffet, serta kegiatan harian. Saya rasa bagi tamu yang tidak ingin repot memesan ini itu ke agen perjalanan paket seperti ini sudah cukup memudahkan.

Dari lobi ke kamar di lantai dua saya harus kembali menembus hawa dingin, karena lorong dari lobi ke kamar dibuat terbuka. Setengah berlari saya menuju kamar karena badan menggigil, setelah menyesuaikan diri dengan cuaca baru.

Saya menempati kamar 103. Masuk ke dalamnya, nuansa kayu kembali menyapa. Tak ada yang istimewa dari dekorasi kamarnya. Hanya saja lobinya yang “mewah”, karena benar menyajikan pemandangan Golden Triangle. Sungai Ruak dan Sungai Mekong terlihat membelah, sambil dibingkai oleh pegunungan hijau. Beginilah cara Anantara Golden Triangle Elephant Camp & Resort mengemas kemewahan, petualangan, dan alam.

Empat Malam dalam Kemewahan 'Golden Triangle'Bisa berenang sambil menatap ke Golden Triangle. (CNN Indonesia/Ardita Mustafa)

Selama empat hari berada di hotel ini, saya mengikuti beragam kegiatan menarik, mulai dari bertemu kawanan gajah di kamp penampungan, berlayar dengan perahu kayu menyusuri Golden Triangle, mengunjungi objek wisata di sekitar Chiang Rai, kelas memasak, sampai ikut berbelanja ke pasar bersama petugas hotel.

Yang paling membuat terkesan ialah mengetahui cara Anantara Golden Triangle Elephant Camp & Resort mengelola kamp penampungan gajahnya sejak tahun 2003. Ada 23 ekor gajah di sini, dengan 30 penjaganya yang disebut mahout. Gajah-gajah yang ditampung merupakan gajah yang sudah pensiun dari sirkus dan ladang.

Empat Malam dalam Kemewahan 'Golden Triangle'Tamu bisa memberi makan gajah saat sarapan. (CNN Indonesia/Ardita Mustafa)

Turis tak hanya bisa berfoto selfie dari jarak dekat dengan gajah, tapi juga bisa memberi makan, memandikan, sampai sarapan dan makan malam bersama gajah.

Untuk urusan makanan, tidak ada yang perlu diragukan lagi dari rasa olahan dapur Anantara Golden Triangle Elephant Camp & Resort. Jujur saja, saya bukan pecinta masakan Thailand. Jadi sebenarnya saya agak khawatir saat disuruh menyicipi masakan tersebut di negaranya langsung. Tapi ternyata rasanya aman di lidah saya, bahkan ada beberapa menu yang bisa dibilang enak.

Empat Malam dalam Kemewahan 'Golden Triangle'Salah satu menu Thailand yang disajikan. (CNN Indonesia/Ardita Mustafa)

Micinnya pas, begitu ungkapan yang tepat, meski saya yakin dapur ini tak menggunakan banyak garam dan penyedap rasa secara berlebihan.

Selain masakan Thailand, saya juga sempat menyicipi masakan Italia di sana. Pasta dan salad menjadi pilihannya.

Satu lagi yang saya kagumi, hotel yang berada di tengah hutan ini menyediakan bar dengan pilihan minuman alkohol yang beragam, mulai dari bir sampai cocktail. Saya mencoba memesan minuman Old Fashion, yang ternyata konsistensi rasanya sama dengan yang disajikan bar langganan saya di Jakarta. Salut!

Empat Malam dalam Kemewahan 'Golden Triangle'Kamar paling atas berpemandangan paling luas. (CNN Indonesia/Ardita Mustafa)

Sayangnya, saya tak sempat merasakan layanan spa yang disediakan karena sibuk meliput hal lain. Layanan spa di Anantara Golden Triangle Elephant Camp & Resort menawarkan paket scrub, pijat, sampai manicure. Semuanya dilakukan di ruangan yang menghadap ke padang hijau di sebelah hotel, sehingga suasananya terasa teduh. Segala minyak pijat juga dibuat dari bahan alami racikan industri rumahan yang dibina Anantara, sehingga aman di kulit.

Sampai hari ke-empat saya berada di sini, keinginan kongko di pusat kota sukses saya enyahkan. Saya yang datang sendiri saja merasa betah berlama-lama di kandang gajah, bar, atau balkon kamar. Tentu saja kadar betah itu akan bertambah jika datang bersama pasangan atau keluarga.

Satu tips penting sebelum menginap di sini ialah pesanlah kamar di lantai paling atas, sehingga pemandangan di sekeliling Golden Triangle jadi lebih terlihat.

(ard)