Tiap Minggu Ada 300 Ibu Meninggal Usai Melahirkan

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Jumat, 15/12/2017 09:22 WIB
Tiap Minggu Ada 300 Ibu Meninggal Usai Melahirkan Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kemenkes RI pada 2016 mencatat ada 100ribu bayi yang lahir hidup, ada 305 ibu yang meninggal. (Thinkstock/kjekol)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jumlah kasus kematian ibu saat hamil dan melahirkan di Indonesia masih terbilang memprihatinkan.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kemenkes RI pada 2016 mencatat ada 100 ribu bayi yang lahir hidup, ada 305 orang ibu yang meninggal.

Dokter spesialis kandungan, Ali Sungkar menuturkan fertility rate atau angka kelahiran di Indonesia sebesar 2 persen. Sedangkan penduduk Indonesia berjumlah 250juta, maka ada sekitar 5 juta kelahiran setiap tahunnya.



"Kita hitung saja, Riskesdas (ada) 305 ibu meninggal per 100 ribu (kelahiran), kita kalikan 5 juta, ada 13.500 ibu meninggal per tahun. Kita bagi lagi, ada sekitar 300 ibu meninggal tiap minggunya. Apa kita tidak mau peduli?" ujar Ali saat Forum Diskusi Philips di Chubb Square, Jakarta Pusat, Kamis (14/12).

Eni Gustina, Direktur Kesehatan Keluarga, Kemenkes RI menambahkan, ada tiga penyebab utama kematian ibu yakni preeklamsia, pendarahan dan infeksi.

Preeklamsia bisa berupa tekanan darah tinggi atau hipertensi, kejang serta edema atau penumpukan cairan dalam jaringan. Infeksi dan pendarahan bisa terjadi saat proses kelahiran di mana proses kelahiran tidak dijaga kebersihannya atau tenaga yang membantu melahirkan kurang terlatih.


Eni mengungkapkan bahwa di zaman sekarang ini, masih ada orang yang melahirkan dengan bantuan dukun bayi.

"Praktik melahirkan dengan dukun jauh berkurang tapi memang masih ada. Pemerintah ada strategi kemitraan antara bidan dengan dukun bayi," jelas Eni.

Kemitraan yang dimaksud Eni adalah kerjasama antara bidan dan dukun bayi saat melayani persalinan.

Bidan, lanjut Eni, akan mendampingi dukun bayi saat proses persalinan. Di sini dukun bayi wajib melapor pada bidan saat akan membantu proses persalinan. Kemitraan bersifat setara, artinya bidan punya ilmu sedangkan dukun bayi punya kepercayaan dari masyarakat. Kerja sama ini diharapkan mampu mengurangi angka kematian ibu. (chs/chs)