Kesan kedua adalah unik. Hal ini terkait nama restoran yang sekilas membuat orang terbayang tentang jam tangan. Kedua kesan itu memiliki keterkaitan dalam hal konsep yang hendak dibangun pemilik.
"Orang tahunya Seven Friday itu jam tangan. Kami pun mencocokkan konsep restoran dengan jam tangan. Maskulin, manly, rough, karena memang jamnya untuk pria," kata co-owner restoran, Chef Fernando Sindu, yang akrab disapa chef Nando, saat ditemui di restoran Seven Friday Space, Plaza Indonesia, Jakarta, Jumat (15/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ingin ini tak hanya sekadar restoran dan galeri jam, tapi juga test kitchen. Saya bisa berkreasi dengan berbagai rasa dan bahan," jelasnya.
Indonesia-Asia
Menu-menu di restoran juga dapat dikategorikan ke dalam menu Asian fushion dengan tetap memiliki cita rasa Indonesia. Kesan "rough" pun diterapkan dalam cita rasanya yang didominasi paduan bumbu khas Asia yang signifikan di lidah.
Menu Pork Chop Rice di Restoran Seven Fridays Space, di Plaza Indonesia, Jakarta. (Foto: Elise Dwi Ratnasari) |
Dalam satu piring terdapat pertemuan beberapa rasa yang khas. Nasi hainan punya aroma jahe yang samar dan berpadu dengan daging babi plus sambal matah yang renyah. Bila dituangkan kaldu ayam, kekayaan rasa bertambah meski aroma jahe menjadi luntur oleh aroma kunyit khas bumbu Bali.
Sambutan menu yang agak berat ini kemudian dilanjutkan dengan menu andalan kedua. Masih bertema pork, kali ini giliran Pok Pok Noodle atau bakmi babi. Menu ini menggunakan bagian leher babi yang kaya akan lemak. Dengan teknik sous vide alias slow cook, yakni daging dimasak dengan api kecil selama 8 jam.
Lihat juga:Kuliner Indonesia Banyak Diminati di Spanyol |
Sebelum beranjak ke menu penutup yang tampaknya segar, sebaiknya menyicip strawberry milkshake. Bagi penyuka susu, minuman terasa pas. Namun, bagi yang lebih suka dominasi buah, milkshake kurang terasa stroberinya.
Thai Style Smoked Prawn Salad di Seven Friday Space, sebuah restoran di Plaza Indonesia, Jakarta. (Foto: Elise Dwi Ratnasari) |
Tak hanya jadi tempat bersantap, restoran ini juga 'welcome' untuk siapapun yang ingin sekadar duduk santai dan minum kopi. Tak ada single origin, tapi tersedia house blend alias kopi racikan sendiri. Chef Nando menyebut, pihaknya secara khusus memanggang sendiri kopinya demi mendapat cita rasa yang sesuai keinginan. Kopi untuk house blend biasanya berasal dari biji kopi Aceh Gayo, Jawa Barat, dan Malabar.
Secangkir Mocca dari Restoran Seven Friday Space yang melengkapi hidangan ala Asia fushion. (Foto: Elise Dwi Ratnasari) |
Pemesanan sebaiknya dilakukan H-2 atau dua hari sebelum acara santap bersama. Konsumen cukup merogoh kocek sebesar Rp 2,5 juta untuk menikmati kalkun sembari merayakan Natal dan tahun baru. (arh)
Menu Pork Chop Rice di Restoran Seven Fridays Space, di Plaza Indonesia, Jakarta. (
Thai Style Smoked Prawn Salad di Seven Friday Space, sebuah restoran di Plaza Indonesia, Jakarta. (
Secangkir Mocca dari Restoran Seven Friday Space yang melengkapi hidangan ala Asia fushion. (