Kisah Perempuan yang Ingin Menikah dengan Gim Tetris

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Selasa, 09/01/2018 11:51 WIB
Kisah Perempuan yang Ingin Menikah dengan Gim Tetris Mahasiswi asal AS jatuh cinta dan ingin menikah dengan gim Tetris. Sebelumnya, ia pernah 'menjalin hubungan' dengan kalkulator yang ia beri nama Pierre. (Foto: Thinkstock/Poike)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mahasiswi matematika berusia 20 tahun asal Orlando, Florida, AS mengaku jatuh cinta dengan gim Tetris dan ingin menikahinya. Sebelumnya, ia patah hati setelah kalkulator yang ia beri nama Pierre rusak.

Mahasiswi bernama Noorul Mahjabeen Hassan tersebut mengungkapkan Fractal Tetris Huracan sebagai objek seksualnya. Apa yang dialami Hassan tergolong ke dalam objektofilia, atau ketertarikan seksual pada benda mati.

Sebelum ini, ia juga pernah 'menjalin hubungan' dengan iPod dan monorail. Namun, dalam satu tahun terakhir, ia menghabiskan hari-hari dengan Tetris dan ingin menikahinya setelah tamat perguruan tinggi nanti.



"Semua bermula saat saya akan bermain gim bernama Smash Run, dan saya dengar gim Tetris, saya pikir ini akan bagus. Lalu, setiap saya mendengarnya saya ingin bermain tetris," kata Hassan dikutip dari Oddity Central, baru-baru ini. 

"Saya rasa tetris itu indah, dia sempurna, dan dia menstimulasi pikiran. Secara psikis, saya merasa yang dirasakan orang saat berada dalam suatu hubungan, yang anda tahu dia adalah orang yang tepat."

[Gambas:Instagram]

Hubungan 'janggal' Hassan dan Tetris bermula pada September 2016. Sejak itu, Hassan mengumpulkan segala sesuatu tentang tetris di rumahnya. Ia memainkan permainan ini selama 12 jam dalam sehari. Tak tanggung-tanggung, ia pun mengklaim tidur dengan gim ini.

Hidup dengan objectophilia

Hassan mengungkapkan ia hanya tertarik pada objek yang ia anggap sebagai pria. Kadang Hassan merasa stres saat orang menyamakan objectophilia dengan fetish.

"Saya ingin menjelaskan bahwa ada perbedaan besar. Fetish itu seksual, sedangkan objectophilia itu lebih romantis. Anda punya perasaan dan merasa seperti anda terhubung secara emosional dengan benda tertentu, saya tak pernah tertarik dengan manusia," jelasnya.


Hubungan cinta Hassan yang unik ini sempat membuat keluarganya stres demi berusaha memahaminya. Tak punya cukup dukungan keluarga, ia pun berharap menemukan sebuah komunitas di dunia maya yang mendukungnya sehingga ia mampu meningkatkan kesadaran dan pemahaman terkait ketertarikannya pada benda mati.

"Saya tidak mengganggu atau melukai orang lain. Apa masalahnya? Mereka pikir ini aneh, tapi saya minta mereka untuk beri satu alasan mengapa saya seharusnya tidak mengencani tetris, dan mereka tak bisa jelaskan," pungkasnya.

[Gambas:Youtube] (rah/rah)