Turis Diminta Waspada saat Wisata ke Jamaika

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 23/01/2018 17:50 WIB
Turis Diminta Waspada saat Wisata ke Jamaika Ilustrasi. (Skitterphoto/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah negara di dunia, termasuk Amerika Serikat (AS), merilis peringatan perjalanan ke Jamaika, setelah terjadi banyak kasus kekerasan di sana.

Puncak kasus kekerasan di Jamaika terjadi pada awal bulan ini, setelah pasangan turis asal Kanada ditemukan tewas dalam vilanya di kawasan St. Thomas.

Peringatan perjalanan dari AS berisi anjuran untuk tak mendekati kawasan Kingston, Montego Bay, dan Spanish Town, karena banyaknya kasus pembobolan rumah, perampokan bersenjata, pembunuhan, sampai pelecehan seksual yang dilaporkan.

Tak hanya di pemukiman warga, kasus kekerasan juga terjadi di resor-resor yang beroperasi.

Dikutip dari Time, sebanyak 1.350 pembunuhan, 1.216 baku tembak, 449 perkelahian, dan 480 kasus pemerkosaan yang terjadi di Jamaika sepanjang tahun 2016.

Selain AS, pemerintah Kanada dan Inggris juga merilis peringatan perjalanan yang sama.

Pemerintah Inggris menganjurkan penduduknya yang berkunjung ke Jamaika untuk hanya menggunakan fasilitas dan layanan yang disediakan oleh pihak tempat menginap atau pihak resmi, demi menghindari ancaman keamanan dan keselamatan.

[Gambas:Instagram]

Menanggapi banyaknya negara yang merilis peringatan perjalanan, Badan Pariwisata Karibia mengeluarkan pernyataan bahwa kawasannya masih aman untuk dikunjungi turis.

Dilansir dari Travel and Leisure, mereka mengatakan bahwa pemerintah sudah menurunkan pasukan militer dan polisi untuk mengamankan kawasan, terutama destinasi wisata.

Seluas 10.991 kilometer persegi, Jamaika merupakan kawasan pesisir yang ramai dikunjungi 3,5 jutaan turis setiap tahunnya. Sebagian besar mereka datang dengan menumpang kapal pesiar.

Pantai yang dikelilingi tempat makan dan tempat belanja menjadi daya tarik utama kawasan ini. Di malam hari, kelab-kelab malam menggelar pertunjukkan musik reggae dengan suasana yang meriah.

(ard)