Laporan Paris Couture Week

Sentuhan Kelembutan dan Kesempurnaan Couture Chanel

Fandi Stuerz, CNN Indonesia | Minggu, 28/01/2018 11:17 WIB
Sentuhan Kelembutan dan Kesempurnaan Couture Chanel Foto: Dok. Chanel
Paris, CNN Indonesia -- Koleksi Chanel haute couture menjadi sebuah penyegaran selama couture week.

Mengambil tema romantisme tahun 1920an, Karl Lagerfeld menyuguhkan sebuah kelembutan dan kesempurnaan.

Atelier-atelier Chanel (Lemarié untuk bagian pekerjaan yang melibatkan bulu, Lessage sang spesialis sulaman dan payet, Desrues untuk kancing, dan Lognon untuk pembuatan pleats atau wiru) menunjukkan apa yang seharusnya menjadi ciri khas couture - metier yang terbaik, dimana teknik yang sebenarnya rumit tidak terang-terangan terlihat pada sebuah gaun.



Kompleksitas di setiap potongan dan jahitan ditaklukan dengan baik sehingga setiap exit terlihat begitu mudah dan rapih. Mungkin inilah yang mendasari mengapa Chanel lebih dari sekedar seberapa panjang sebuah hem, atau seberapa lebar bahu akan terlihat.

Sejak awal, Chanel bertitik berat pada filosofi, tentang bagaimana memotong kain dan menyatukannya menjadi sebuah pakaian berawal dari sebuah visi, sebuah proses konstruksi garmen yang dikuasai sedemikian rupa sehingga menciptakan daya tarik yang kuat.

Ini juga menjadi alasan mengapa orang bisa mengenali gaun dan setelan Chanel dari jauh. Penggunaan tweed yang diproses ulang, bahan yang berkaitan erat dan diasosiasikan dengan The House of Chanel, muncul dalam berbagai bentuk dan corak. Setelan Chanel, yang diciptakan kembali musim demi musim, merupakan jaminan DNA rumah mode yang legendaris.

Ditampilkan di Grand Palais yang dirombak besar-besaran - kali ini,  sebuah taman lengkap dengan tidak kurang dari 10.000 kuntum mawar Inggris dan air mancur ceria - setelan-setelan putih dan pastel yang dihiasi dengan ribuan manik-manik dan payet bermotif bunga kamelia, pansy, anemon, buttercup, dan anyelir. Gaun-gaun panjang berwarna lembut dengan motif yang dilukis dengan tangan, serta gaun dengan rona persik dan champaign seperti sebuah palet yang rileks namun berkesan.

Chanel adalah satu dari empat couture house di Paris yang menjalani setiap langkah untuk menciptakan couture dengan semestinya, dimana atelier flou (untuk gaun) dan tailleur (untuk setelan) dibuat terpisah.

Foto: Dok. Chanel

Setiap kancing, setiap kepang dan rantai (yang dijahit di tepi jaket untuk memastikan struktur jaket tetap terjaga meski banyak bergerak), dan bordir dilakukan dengan teknik couture yang tidak dimiliki oleh banyak orang. Dan pertunjukan haute couture ini, yang merupakan sebuah bentuk pembuatan pakaian paling unggul, adalah layaknya puncak dari piramida mode yang hanya tersedia untuk beberapa orang saja. (chs/chs)