Penyakit yang Harus Diwaspadai Pengungsi Banjir

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Selasa, 06/02/2018 14:07 WIB
Penyakit yang Harus Diwaspadai Pengungsi Banjir ilustrasi: Ada beberapa penyakit yang harus diwaspadai pengungsi banjir di beberapa area di Jakarta dan Bogor agar tak mengganggu kesehatan mereka. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Musibah banjir dan tanah longsor yang melanda beberapa kawasan di Jakarta membuat warga akhirnya banyak yang harus dievakuasi dan mengungsi.

Beberapa area di Jakarta, misalnya di Rawajati, Jakarta Selatan, Bidara Cina dan lainnya pun sudah mengungsi ke area yang lebih aman. Hanya saja masih ada beberapa warga yang enggan mengungsi karena menganggap banjir tersebut sudah jadi langganan setiap tahunnya. 

Warga Bogor yang terkena banjir juga mengungsi. Pemerintah Kota Bogor tengah mempersiapkan posko pengungsian di sejumlah titik di wilayah Bogor yang direndam banjir. Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, berdasarkan pantauan jajarannya ada 13 titik di Bogor yang kini terendam banjir. 



Posko pengungsi yang sedang dipersiapkan juga disebut Bima telah mempertimbangkan penyediaan kebutuhan para pengungsi.

"Kami masih mendata, tapi kami sudah siap, ada bahan-bahan pokok, baju-baju dan sebagainya. Tinggal bagaimana dan di mana kita salurkan," tutur Bima.

Mengutip berbagai sumber, kondisi pengungsian seadanya tak ayal berpotensi menurunkan kondisi tubuh dan kesehatan para pengungsi. Ada beberapa penyakit yang harus diwaspadai pengungsi agar kesehatannya terus terjaga selama masa mengungsi.

1. ISPA
ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) disebut juga sebagai infeksi saluran napas. Infeksi ini disebabkan oleh virus yang menyerang hidung, pipa pernapasan, atau paru-paru.

ISPA sendiri berada di posisi pertama sebagai penyakit yang paling banyak diderita masyarakat, terutama anak-anak. Sesak napas dan penyakit pernapasan lainnya akan mengganggu aktivitas. 


2. Gizi buruk
Terbatasnya kondisi pengungsian dan juga ketersediaan logistik terutama makanan tak dimungkiri bakal berisiko menyebabkan kecukupan gizi pengungsi menurun.  Hal ini akan berpotensi menyebabkan warga mengalami gizi buruk.

3. Demam
Hujan yang turun terus menerus dan kondisi pengungsian yang terbatas membuat warga pengungsian juga bisa terserang demam, batuk, dan pilek.

Selain itu, genangan air di sekitar lokasi banjir juga akan menjadi sarang bakteri dan kuman. Dalam beberapa kondisi berat, pengungsi juga berpotensi terserang demam berdarah dengue (DBD).


4. Diare
Keberadaan air bersih yang jadi kendala di pengungsian akan menyebabkan bakteri dan kuman merajalela. Diare pun jadi salah satu penyakit yang mengintai.

5. Gatal-gatal dan penyakit kulit
Hujan yang turun dan menyebabkan banjir adalah air yang kotor. Terlalu sering kontak dengan air banjir yang kotor dan tak segera dibersihkan akan menyebabkan orang berpotensi mengalami gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya. (chs/chs)