Menpar 'Tantang' Sumatera Barat Tiru Kesuksesan Mandalika

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 09/02/2018 00:31 WIB
Menpar 'Tantang' Sumatera Barat Tiru Kesuksesan Mandalika Wisatawan berkunjung ke objek wisata alam Bukik Takuruang di Taruko, Agam, Sumatera Barat. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam rangka undangan untuk menghadiri puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Padang, Sumatera Barat, Presiden Joko Widodo bersama rombongan menyempatkan diri berkunjung ke Kabupaten Dharmasraya pada Rabu (7/2).

Di kawasan yang pernah menjadi lokasi Kerajaan Melayu ini, Jokowi melakukan berbagai kegiatan sosial dan pengecekan fasilitas umum.

Dari Bandara Internasional Minangkabau, kawasan ini berjarak sekitar enam jam perjalanan menggunakan mobil.


Kabupaten Dharmasraya berpenduduk sekitar 191 ribuan jiwa. Penduduknya kebanyakan berprofesi sebagai petani kelapa sawit dan karet, dua komoditi utama dari kawasan ini. Sementara itu komoditi tambang, seperti batu bara dan pasir belum sempat tergarap sepenuhnya.

Selain perkebunan dan pertambangan, Kabupaten Dharmasraya juga memiliki sejumlah objek wisata bersejarah peninggalan Kerajaan Melayu, yakni Prasasti Padang Roco, Situs Candi Pulau Sawah, dan empat Rumah Gadang kuno.

Kabupaten yang nama sempat disebut dalam permainan komputer 'Age of Empires II' ini juga memiliki beragam objek wisata alam, seperti Bendungan Batu Bakawik, Danau Hijau Sungai Rumbai, Air Terjun Timbulun dan Gua Cigak.

Tiga objek wisata alam itu dikelilingi oleh perbukitan hijau yang masih lestari.

Selama berada di Kabupaten Dharmasraya, Jokowi bersama rombongan menginap di hotel berbintang dua Hotel Jakarta Indah.

Juru bicara kepresidenan, Pramono Anung, dalam cuitannya mengatakan walau hotel ini kelas melati namun suasananya sangat kekeluargaan dan nyaman.

Pramono juga mengunggah foto Jokowi yang berdiskusi dengan staf hotel, sekaligus mengunggah foto daftar harga menginap di sana.



Kamar paling murah di hotel ini tipe Standar tanpa pendingin udara yang berada di lantai tiga seharga Rp200 ribu per malam.

Di atasnya, ada kamar tipe Superior di lantai dua dengan pemanas air dan Wi-Fi seharga Rp300 ribu per malam.

Yang paling "mewah" ialah kamar tipe VIP di lantai satu dengan pemanas air, Wi-Fi, televisi, dan layanan minibar sederhana seharga Rp400 ribu per malam.

Dari foto daftar harga yang diunggah, terlihat kalau hotel tiga lantai dengan 30 kamar ini sangat sederhana untuk ukuran diinapi oleh orang nomor satu di Indonesia.

Namun, di Kabupaten Dharmasraya, memang hanya ada dua hotel sederhana yang beroperasi, yang satunya bernama Hotel Umega.

Bukan berarti Padang hanya memiliki hotel kelas melati. Di pusat kota, lebih banyak hotel berbintang tiga ke atas, seperti Grand Inna Padang, Kyriad Bumiminang Hotel Padang, sampai Ion Villa. Tarif menginapnya mulai dari Rp600 ribuan sampai Rp5 jutaan per malam.

Siap dengan komitmen

Bernasib "lebih baik" dibandingkan Kabupaten Dharmasraya, ada lebih banyak pilihan tempat menginap di Kepulauan Mentawai.

Beberapa tempat menginap di sana bahkan ada yang berlabel resor dan menyantumkan harga dolar Amerika Serikat, karena banyak turis yang datang dari luar negeri.

Tarif menginapnya beragam, mulai dari ratus ribuan sampai jutaan rupiah. Yang berharga jutaan rupiah biasanya sudah termasuk akses transportasi kapal dari Padang ke Kepulauan Mentawai, yang merupakan akses satu-satunya ke sana.

[Gambas:Instagram]

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memanfaatkan rangkaian kegiatan HPN 2018 untuk memperkenalkan slogan pariwisata mereka, yakni 'Taste of Padang' yang bermakna cita rasa kota Padang.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, yang datang dalam perayaan HPN 2018 di Padang, mengatakan kalau Sumatera Barat, khususnya Padang, berpotensi untuk dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Tak hanya slogan, Arief mengatakan kalau pengembangan industri pariwisata di Sumatera Barat juga harus siap dengan segala komitmen.

"Perayaan HPN di Sumbar harus dijadikan momentum, belajar dari pengalaman suksesnya Perayaan HPN di Mandalika (Lombok, Nusa Tenggara Barat) dua tahun lalu yang mampu meningkatkan investasi," kata Arief, seperti yang dikutip melalui keterangan resmi Kemenpar pada Rabu (7/2).

Sepanjang tahun 2017, Sumatera Barat telah dikunjungi sebanyak 56 ribuan wisatawan mancanegara dan 7,7 jutaan wisatawan nusantara. 

Sedangkan tahun ini Sumatera Barat menargetkan kedatangan 75 ribu wisman dan 8 juta wisnus, serta 100 ribu wisman dan 8,5 juta wisnus pada 2019 mendatang.

(ard)