Indonesia di Ingatan Jenny Kim, Miss Supranational 2017

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Selasa, 20/02/2018 12:35 WIB
Indonesia di Ingatan Jenny Kim, Miss Supranational 2017 Pernah tinggal di Indonesia sewaktu remaja, Jenny Kim, Miss Supranational 2017 asal Korea Selatan bercerita akan kenangan yang membekas dan berkesan. (Foto: CNNIndonesia/Elise Dwi Ratnasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang perempuan berdarah Korea memasuki aula Taman Sari Royal Heritage Spa. Ia mengenakan busana batik motif monas, mahkota bertahtakan berlian biru, serta selempang bertuliskan 'Miss Supranational 2017'.

Karina Nadila, Puteri Indonesia Pariwisata 2017, memperkenalkan perempuan itu, namanya Jenny Kim. Jenny tak berhenti menebar senyum. Sesekali, ia menoleh atas arahan dari fotografer. Meski sang fotografer menggunakan bahasa Indonesia, ia memahami keinginan fotografer untuk menoleh ke kiri.

"Saya bisa bahasa Indonesia tapi sedikit," katanya agak terbata pada awak media dan pageant lovers pada Senin (19/2).



Meski demikian, untuk ukuran orang asing, bahasa Indonesia Jenny terbilang cukup bagus karena pelafalannya bisa dimengerti. Wajar saja, ia tinggal di Jakarta selama 18 tahun yakni sejak usia setahun hingga lulus sekolah menengah (1995-2013). Hingga kini ia berusia 23 tahun, Korea Selatan seolah hanya 'menyumbang' secuil kisah pada buku kehidupannya.

Jenny bercerita jika ia tak tinggal di Indonesia, ia tak akan jadi seperti sekarang ini, mengenakan mahkota plus memiliki gelar 'Miss Supranational 2017'. Mengapa demikian?

Menurutnya, jika tidak tinggal di Indonesia, ia tak akan belajar bahasa Inggris. Padahal bahasa inilah yang memungkinkan ia untuk membuka pintu dunia dengan berbagai kesempatan yang ditawarkan. Selain itu, rupanya awal mula ia mengikuti kontes kecantikan ialah motivasi dari sang guru di sekolah.

"Itu karena guru saya. Dia bilang 'Why don't you join Miss Korea? You are taller now'," katanya menirukan sang guru.

[Gambas:Instagram]


"Dia tak pernah menyerah. Dia menghubungi ibu saya dan kemudian saya pikir, oh mungkin saya seharusnya coba."

Mantra sang guru berhasil. Jenny pun berkompetisi dalam ajang Miss Korea 2016 yang mengantarkannya dalam kompetisi Miss Universe 2016. Meski tak meraih mahkota Miss Universe, ia mendapat gelar Miss Congeniality atau Miss Persahabatan.

Gagal dalam kompetisi membuatnya berani menapaki ajang Miss Supranational 2017. Perjuangannya tak sia-sia. Jenny menjadi perempuan Korea pertama yang meraih mahkota dalam kontes kecantikan tingkat dunia.

Tak heran jika Indonesia memiliki arti yang besar dalam hidup Jenny. "Saya sangat merasa terberkati," katanya seraya tersenyum.

[Gambas:Instagram]


Buatnya, Indonesia telah menorehkan kenangan tak terlupakan terutama kenangan masa kecil. Jenny berkata tak akan pernah melupakan kenangannya selama bersekolah di Jakarta International School dan Gandhi Memorial International School.

Ia pun mengakui bahwa sebagian besar fannya berasal dari Indonesia, bukan dari Korea. Perempuan kelahiran 22 November 1994 ini bercerita bahwa ia membaca komentar maupun pesan yang masuk melalui media sosial miliknya. Menurutnya, dukungan ini sangat berarti dan memberinya energi untuk terus maju dalam kompetisi.

"Kamu semua sangat mendukung hanya karena saya pernah tinggal di Indonesia. Saya punya lebih banyak fan di Indonesia daripada di Korea. Kamu lebih mencintai saya," tuturnya. "Terima kasih Indonesia untuk segalanya." (rah/rah)