Cerita 'Pageant Lovers', Pendukung Loyal Kontes Kecantikan

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Senin, 13/11/2017 19:57 WIB
Cerita 'Pageant Lovers', Pendukung Loyal Kontes Kecantikan Di balik kemenangan Indonesia di ajang kontes kecantikan internasional, ada peran penggemar atau pageant lovers yang memberi dukungan. Siapa mereka? (Foto: CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jelang keberangkatan ke ajang internasional, para Puteri Indonesia biasa menggelar konferensi pers untuk memamerkan busana-busana yang akan dikenakan, sekaligus berpamitan. Tak terkecuali Karina Nadila Niab, Puteri Pariwisata 2017. Ia akan berlaga di ajang Miss Supranational yang akan dihelat di Polandia.

Satu per satu Nina, panggilan akrab Karina, memamerkan busananya. Riuh para penggemar memenuhi Aula Sasona Mangunsarkoro, pada Jumat (10/11). Mereka biasa disebut 'pageant lovers'. Heboh tepuk tangan, teriakan, bahkan tak jarang ada pula yang mengabadikan lewat kamera ponsel dan live di Instagram.

Namun, saat Nina memamerkan busana terakhir yakni kostum nasional bernama 'Lembuswana: The Apparatus of The King', ada seorang pageant lovers, Belgha Zulkifli, yang nyaris menangis.


"Aku nangis karena terharu. Memang national costume ini dibuat berdasarkan ajang internasional masing-masing di mana visi-misinya beda, terus Miss Supranational memang maunya national costume yang grande. Karina waktu pakai (kostum bertema) Lembuswana itu keren banget," ujarnya saat ditemui CNNIndonesia.com seusai konferensi pers.


Dari sekian banyaknya basis penggemar pageant di Indonesia, Belgha merupakan salah satu admin akun Garuda Pegeant (GP). Ia bercerita, GP berdiri sejak November 2016 dan berawal dari 'perang' penggemar pageant Indonesia dan Filipina.

"Awalnya kita bikin Dukung Tim Asia. Akhirnya kita berubah jadi Garuda Pageant, wadah mendukung Puteri-puteri Indonesia dan pelaku pageant di Indonesia," ujarnya.

Cerita 'Pageant Lovers', Pendukung Loyal Kontes KecantikanKarina Nadila dengan kostum nasional 'Lembuswana' jelang keberangkatan ke Miss Supranational 2017. (Foto: CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari)


Dukungan para penggemar memang dapat menentukan kemenangan pageant dalam sesi-sesi kompetisi tertentu. Salah satunya kemenangan Dea Goesti Rizkita dalam sesi kostum nasional di ajang Miss Grand International 2017 beberapa waktu lalu. Kemenangan tersebut diyakini ada 'campur tangan' dan berkat dukungan besar dari para penggemar kontes ini yang ramai-ramai memberi suara dan klik 'like'. 

Hal tergila yang pernah Belgha lakukan sebagai seorang pageant lovers ialah saat dirinya memberikan dukungan bagi Anindya Kusuma Putri, Puteri Indonesia 2015. Ia berdiri tepat di bawah panggung hingga menarik perhatian kru televisi.

"Aku bertahan bawa poster di bawah panggung, teriak-teriak Anindya, Anindya. Orang-orang pada lihat. Waktu itu aku beli tiket VIP, maju ke depan terus ingin lihat Anindya dari dekat," kenangnya.


Tak hanya dukungan, basis penggemar ini rupanya juga memberikan edukasi bagi para pageant lovers baru dan juga mereka yang awam soal pageant.

"Kita memberikan edukasi ke pageant lovers baru yang kadang masih suka nyinyir, cari celah puteri. Kita memviralkan sesuatu yang membuat orang awam tertarik. Kalau di Indonesia, ada yang viral, semua pasti ikutan. Dari situ baru ada yang nanya, kita di situ jelasin," jelasnya.

Jadi seorang pageant lovers tak hanya sekadar 'hore-hore' alias penyemarak suasana. Menurut Belgha, jadi seorang pageant lovers memberikan keuntungan untuk dirinya, termasuk menambah kemampuannya dalam public speaking. Ia menyukai dunia pageant sejak 1996. Ketika itu nama Aliya Rohali sedang 'booming'.

Selain itu, peserta kontes kecantikan yang berasal dari berbagai macam negara membuatnya tak perlu beranjak untuk tahu apa saja yang ada di negara-negara peserta. Kini, ia yang diberi kesempatan menjadi satu dari 8 admin akun GP pun merasakan semakin banyak hal yang ia dapat.

"Punya banyak teman, relasi. Sekarang lebih ke Bhinneka Tunggal Ika, kami berbeda-beda dari seluruh kota, kayak nobar Dea kemarin, enggak ada aku, kamu dari mana, tapi kita satu Indonesia," tuturnya.

[Gambas:Instagram]


Dukungan bagi para Puteri akan terus diberikan, apalagi kini Kevin Lilliana sedang berjuang untuk meraih mahkota Miss International 2017, juga Bunga Jelitha yang belum lama mendarat di Las Vegas untuk karantina Miss Universe 2017. Dukungan pun ia berikan untuk Karina yang hari ini akan bertolak menuju Polandia untuk ajang Miss Supranational 2017.

"Untuk Karina kita yakin perjuangan dia di atas 100 persen maka kita percaya. Aku mengutip kata-kata Elvira Devina Mira Puteri Indonesia 2014 di mana tiada hasil yang mengkhianati usaha. Hasil itu pasti akan menjadi tegak lurus dengan usaha, jadi apapun yang dilakukan Nina sekarang maka nanti akan ada hasilnya di Miss Supranational, yaitu crown pertama buat Indonesia, amin," tutupnya. (rah/rah)