Survei: Para Ibu Melek Internet Lebih Sering Berbelanja

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Kamis, 22/02/2018 17:29 WIB
Survei: Para Ibu Melek Internet Lebih Sering Berbelanja Riset terbaru dari Google Indonesia menunjukkan ibu-ibu yang melek internet lebih sering berbelanja daripada ibu yang tak menggunakan internet. (Foto: CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kaum ibu yang sudah berkecimpung di dunia online ternyata punya perbedaan perilaku dengan ibu yang belum terpapar internet.

Riset terbaru dari Google Indonesia yang memahami perilaku Ibu sebagai konsumer online menemukan perbedaan signifikan antara ibu yang memanfaatkan internet dengan yang tidak menggunakan internet.

Product Analyst Google Indonesia Ariani Wijayanti menjelaskan ibu yang menggunakan internet cenderung membeli variasi produk lebih banyak ketimbang yang masih offline. Ini terlihat dari jenis barang yang dibeli.


"Kalau yang belanja online lebih mungkin untuk mencoba sampai lima jenis perawatan misalnya sampo, conditioner, serum, vitamin, masker. Tapi, kalau yang offline cukup sampo saja atau ditambah dengan conditioner," kata Ariani dalam pemaparan media di Jakarta, Kamis (22/2).


Variasi belanja ini, tutur Ariani, cenderung membuat konsumsi ibu online lebih tinggi daripada yang tidak. Selain itu, kaum ibu online juga dianggap lebih mungkin membeli barang dengan harga yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan daya beli mereka lebih tinggi.

Di sisi lain, meski daya beli lebih tinggi, kaum ibu digital ini justru bisa membeli barang dengan harga yang miring.

"Karena punya akses banyak terhadap informasi mereka bisa beli dalam jumlah banyak tapi harga yang lebih murah," ucap Ariani.

Dalam angka, Ariani menyimpulkan ibu online cenderung membeli 2,3 kali lebih banyak variasi produk dibanding offline. Mereka juga cenderung membeli produk-produk itu 1,5 kali lebih banyak dibanding offline. Sedangkan konsumsi online dan offline lebih kurang sama.


Bagi para penjual, Ariani menyebut ibu online 3,5 kali lebih bernilai dibanding yang tidak menggunakan internet.

"Rumah tangga online memberikan kontribusi 3,5 kali lebih banyak dibanding yang online," ujar Ariani. (rah/rah)