Henry, Robot Seks Pria Pertama yang Jago Gombal

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Sabtu, 03/03/2018 00:15 WIB
Produsen robot seks Realbotix menciptakan Henry, robot seks pria pertama di dunia yang bisa membaca puisi dan menggombal. Robot seks biasanya diproduksi hanya sekadar jadi alat pemuas aktivitas seksual. (AFP PHOTO / FRED DUFOUR)
Jakarta, CNN Indonesia -- Robot seks biasanya diproduksi hanya sekadar jadi alat pemuas aktivitas seksual. Harmony, adalah salah satu contoh robot seks canggih yang dibuat untuk memuaskan kaum pria.

Namun kini, perempuan juga bakal punya robot seksnya sendiri. Produsen robot seks Realbotix, di Inggris membuat terobosan baru dengan menciptakan pasangan bagi Harmony. Realbotix baru saja meluncurkan Henry, robot seks pria pertama di dunia.

Perawakan Henry terlihat tampan dengan tubuh yang tinggi, berkulit gelap, dan berbadan six-pack. Henry yang terbuat dari silikon dengan berat sekitar 40 kg itu juga diklaim punya perilaku yang baik.



Namun Henry dibuat bukan sekadar jadi pemuas aktivitas bercinta. Namun robot ini juga diprogram untuk bisa menyambut pemiliknya saat pulang kerja, berbincang tentang program TV atau film favorit, sampai melontarkan lelucon dan gombalan cinta dari puisi atau lagu favorit sang pemilik.

Pemilik Henry dapat berinteraksi dengan robot seks itu melalui aplikasi yang sudah dirancang khusus.

Chief Executive Realbotix Matt McMullen menyebut Henry ini dapat menjadi teman bagi perempuan yang kesepian di seluruh dunia.

"Perempuan punya masalah kesepian seperti pria. Orang memanggilnya boneka seks, tapi ini soal pasangan. Di dunia komputer saat ini, orang-orang merindukan interaksi," kata McMullen.  

Sementara itu, Ahli Matematis dari Hardvard University Cathy O'Neil menganggap Henry dapat mendorong para pria sungguhan bekerja lebih keras.

"Apa yang tidak disukai dari robot seks pria? Tapi mungkin ini bisa mendorong para pria untuk mengetahui apa yang sesungguhnya dicari para wanita," ujar O'Neil dikutip dari Daily Mail.

Robot seks pria ini menjadi terobosan untuk pasar yang selama ini didominasi para pria. Untuk mendapatkan Henry, dibutuhkan kocek sebesar 8-11 ribu poundsterling atau sekitar Rp150-215 juta tergantung spesisifikasi yang diinginkan oleh pemilik.

Namun, tentu saja robot seks ini tak bisa dinikmati di Indonesia. Di sisi lain, diberitakan The Sun, industri pembuatan robot seks selama ini justru menuai banyak kecaman dari berbagai pihak.

Robot seks perempuan yang diperuntukkan untuk pria ini dianggap sebagai upaya untuk menjadikan perempuan sebagai obyek seks semata. (chs/chs)