Banker Inggris Resign demi Jadi Pengulas Alat Bantu Seks

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Sabtu, 10/03/2018 01:33 WIB
Banker Inggris Resign demi Jadi Pengulas Alat Bantu Seks ilustrasi: Seorang wanita Inggris nekat pindah dari pekerjaan bergaji besar di bank demi jadi pengulas alat bantu seks yang bergaji setengahnya dari pekerjaan sebelumnya. ( Thinkstock/Boggy22)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setiap kali mencari pekerjaan, gaji besar, pekerjaan ringan, dan juga jenjang karier yang menjanjikan adalah sebuah poin penting. Hanya saja jika boleh memilih, maka gaji bisa jadi poin terpenting dalam menentukan pilihan pekerjaan.

Meninggalkan pekerjaan dengan gaji 60 ribu poundsterling atau sekitar Rp1,1 miliar per tahun tidaklah mudah.

Namun Cara Douglas seorang perempuan dari Lincolnshire ternyata tak begitu masalah dengan hal ini. Dia justru rela meninggalkan pekerjaan bergaji besar ini hanya karena merasa lelah dan bosan dengan pekerjaannya sebagai banker.



Douglas justru lebih memilih meninggalkan pekerjaannya demi sebuah sex toys atau alat pemuas seksual. Dia memilih untuk mencari pekerjaan alternatif dengan 'imbalan' orgasme 20 kali seminggu dan dibayar.

Dia pun mulai mengulas soal vibrator, lubrican, dan aneka sex toys lainnya. Dia pun memulai kariernya sebagai seorang pengulas sex toys profesional atau professional sex toy connoisseur di sebuah blog.

Gajinya sekarang memang tak sebanyak gajinya sebagai banker. Dia kini hanya menghasilkan separuh dari gajinya dulu yaitu 30 ribu poundsterling.

"Saya selalu suka dengan alat bantu seks kado saya sangat beruntung bisa berkarier dari hobi," katanya kepada Ladbible dikutip dari News.co.au.

"Saya tidak suka menjadi seorang banker dan sekarang saya dibayar untuk melakukan sesuatu yang sangat saya sukai. Saya mendapatkan gaji setengah dari gaji sebelumnya, tapi kesenangan saya berlipat ganda."


Di dalam blognya, Douglas sudah menguji sekitar 3.000 alat bantu seksualnya. Untuk mengulasnya dia dibantu oleh tunangannya, Darren.

"Saya seringkali menguji alat bantu seks bersama Darren. Tentu saja ini sangat menyenangkan untuk dilakukan. Tapi saya harus menjaga profesionalitas dan melihat berbagai aspek dari produk tersebut, apakah bagus dan yang tidak," katanya dikutip dari Metro.

"Saya beruntung punya pasangan yang punya kesenangan yang sama dalam urusan alat bantu seks. Kami bekerja bersama dengan baik sehingga bisa memberikan perspektif yang berbeda dari sudut pandang laki-laki dan perempuan soal hal itu. Saya beruntung mendapat bayaran untuk melakukan hal yang saya sukai."


(chs/chs)