'Diet Vegan', Diet Aman buat Penderita Diabetes

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Selasa, 13/03/2018 19:58 WIB
'Diet Vegan', Diet Aman buat Penderita Diabetes Dari beberapa jenis diet yang kini populer, diet vegan adalah diet yang paling aman dijalani penderita diabetes melitus. (Ilustrasi/Foto: Thinkstock/Wavebreakmedia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hidup dengan diabetes melitus bukan perkara mudah. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit kronis yang tak memiliki obat. Mereka yang menderita diabetes melitus harus rutin mengecek kadar gula darah, konsumsi obat dan menjaga pola makan dengan diet.

Dari beberapa jenis diet yang kini populer, diet vegan adalah diet yang paling aman dijalani penderita diabetes melitus.

"Diet vegan memiliki risiko untuk penderita diabetes paling rendah sesuai riset Public Health Nutrition pada 2012," kata Kepala Bagian Riset & Diklat Indonesia Vegetarian Society (IVS), Hendry Widjaja di Jakarta Timur, seperti dikutip dari Antara  beberapa waktu lalu. 


Vegan sebenarnya merupakan gaya hidup. Seorang vegan sama sekali tidak mengonsumsi produk hewani, termasuk susu dan telur. Hendry menjelaskan pada riset Public Health Nutrition 2012, tercacat besaran risiko untuk diet vegan adalah paling kecil di anatar jenis diet lain.


Diet vegetarian yakni diet yang tidak mengonsumsi daging memiliki risiko 1. Diet semi-vegetarian sebesar 0,72. Diet pescovegetarian yang masih mengonsumsi ikan besarnya 0,49. Untuk diet yang masih mengonsumsi suus dan telur atau diet lacto-ovo vegetarian besarnya 0,39. Sedangkan diet vegan hanya 0,22. Semakin rendah angka menunjukkan tingkat keamanan yang paling tinggi bagi penderita diabetes.

Lebih lanjut lagi Hendry menjelaskan sebelumnya terdapat riset yang dilakukan di Universitas kentucky, Amerika Serikat pada 1979. Sebanyak 20 pasien diabetes melitus tipe II diberi asupan sayur-sayuran, buah, padi-padian utuh, kacang-kacangan serta sedikit sekali lemak. Hasilnya, lebih dari separuh partisipan berhenti menggunakan insulin.

"Ternyata dalam waktu 16 hari, lebih dari 50 persen pasien berhenti menggunakan insulin dan kadar gula darah lebih rendah dari semula. Sisanya dosis insulin menurun drastis," kata Hendry.


Selain itu, ia juga merujuk pada penelitina serupa di Universitas California, Amerika Serikat. Sebanyak 197 pria menjalani diet vegan plus olah raga selama tiga minggu. Hasilnya pun tak kalah mengejutkan. Sebanyak 140 pria berhenti mengonsumsi obat. Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa efek diet dan oleh raga sangat baik untuk kesehatan.

Di sisi lain, Neal Barnard, President of the Physicians Committee for Responsible Medicine (PCRM) meyakini bahwa diet vegan tak hanya meredakan gejala penyaki tapi juga menyembuhkan suatu penyakit. (rah/rah)