Jadwal Beroperasi Pusat Hiburan di Bali Jelang 'Nyepi' 2018

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 13/03/2018 17:24 WIB
Jadwal Beroperasi Pusat Hiburan di Bali Jelang 'Nyepi' 2018 Ilustrasi. (REUTERS/Agung Parameswara)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1940 akan jatuh pada hari Sabtu (17/3). Sebelumnya, bakal digelar lima ritual penyambutan hari sakral itu, yang dimulai dengan upacara Melasti pada Rabu (14/3).

Pulau Bali yang masyarakatnya mayoritas pemeluk agama Hindu tentu saja akan senyap selama satu hari satu malam, tepatnya mulai Sabtu (17/3) dari pukul 06.00 WITA sampai dengan Minggu (18/3) pukul 06.00 WITA.

Aktivitas di sana disebut bakal kembali berjalan seperti biasa pada Minggu (18/3) menjelang siang hari.


Sejumlah ritual Nyepi di Pulau Dewata tentu saja menarik untuk diamati, terutama bagi turis yang menggemari hobi fotografi dan seni budaya.

Tapi, turis tetap harus patuh dengan aturan yang berlaku selama Nyepi, dengan tak berkegiatan di luar rumah.

Menjelang tanggal tersebut, sejumlah pusat hiburan di Bali sudah mengumumkan tanggal tutup bisnis mereka.

Kelab malam Jenja dan Mirror di kawasan Seminyak mengumumkan kalau tempatnya bakal tutup mulai dari Jumat (16/3).

Sementara itu bar dan restoran Old Man's, Pretty Poison, dan Deus Bali di kawasan Canggu juga menerapkan aturan yang sama.

[Gambas:Instagram]

Walau banyak tempat hiburan yang tutup, namun sebenarnya turis masih bisa menikmati suasana Nyepi di dalam komplek hotel.

Salah satu keriaan yang bisa dinikmati sebelum Bali berdiam diri ialah prosesi Ngerupuk, yang menampilkan arak-arakan Ogoh-ogoh mulai jam 7 malam pada Jumat (16/3).

[Gambas:Instagram]

Tamu di hotel yang berada di sekitar jalanan utama seperti Kuta bisa menyaksikan prosesi itu dengan lebih mudah tanpa bermacet-macetan.

Prosesi berdiam diri di rumah saat Nyepi, atau yang disebut Catur Brata Penyepian, tak cuma berpuasa.

Catur Brata Penyepian bermakna berdiam diri saat Nyepi sambil melaksanakan empat pantangan, meliputi tidak melakukan kegiatan (amati karya), tidak menyalakan lampu atau api (amati geni), tidak bepergian (amati lelungan) serta tidak mengadakan rekreasi, bersenang-senang atau hura-hura (amati lelanguan).

Prosesi Catur Brata Penyepian akan diawasi secara ketat oleh petugas keamanan desa adat (pecalang) di bawah koordinasi prajuru atau pengurus desa adat setempat.

(ard)