Indonesia Baru Lirik Kain Tradisi Usai 'Heboh' di Luar Negeri

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Sabtu, 17/03/2018 12:07 WIB
Indonesia Baru Lirik Kain Tradisi Usai 'Heboh' di Luar Negeri Desainer Wignyo Rahadi menilai kain tradisional yang awalnya kerap dipandang sebelah mata, dicari dan diminati kalau sudah direspons bagus di luar negeri. (Ilustrasi/Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Desainer sekaligus pegiat tenun, Wignyo Rahadi akan membawa kain tenun Pringgasela ke Tokyo, Jepang. Kain tenun khas desa Pringgasela, Lombok Timur ini akan melenggang dalam gelaran Indonesia Kain Party di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Jepang.

Wignyo mengakui bahwa kain tenun Pringgasela belum banyak dikenal seperti kain-kain tradisional lain di Nusa Tenggara. Namun, ia menyadari bahwa membawa kain ke panggung internasional bakal mengangkat kain di mata publik dalam negeri.

"Show di luar negeri adalah untuk memberikan label bahwa ditunjukkan di luar negeri itu orang Indonesia lebih wah gitu," kata Wignyo saat ditemui usai peragaan busana di gedung kementerian Perindustrian, Rabu (14/3).



Ia pun teringat akan pengalaman dirinya membawa kain tenun Tanimbar dari Maluku Tenggara Barat ke Jepang. Menurutnya, respons publik Jepang begitu baik. Hal ini pun ingin ia terapkan pada tenun Pringgasela.

"Kain yang bagus kalau di dalam negeri saja itu dipandang sebelah mata. Itu kalau show di luar dan orang luar negeri merespons bagus, baru kita ikut-ikut merespons bagus," ujarnya.

Wignyo menuturkan dirinya akan membawa 10 look busana berbahan dasar tenun Pringgasela. Berbeda dengan kain songket atau ikat, tenun Pringgasela memiliki motif yang sederhana berupa garis-garis. Menurutnya, motif ini terinspirasi dari kondisi alam desa Pringgasela yang memiliki banyak sungai.


Selain itu, tenun Pringgasela menggunakan pewarna alam. Warna kain didominasi warna krem, semu kuning serta coklat. Warna-warna ini didapat dari kulit pohon, daun mangga, kunyit serta kulit nangka.

"Busana yang dibuat mengarah ke nuansa Jepang dengan detail obi, ada juga (busana dengan) siluet kimono," tambahnya. (rah/rah)