Mengenal Efek Kuret pada Ibu Usai Melahirkan

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Senin, 19/03/2018 17:33 WIB
Mengenal Efek Kuret pada Ibu Usai Melahirkan Walau tergolong aman, kuret atau proses pembersihan pada ibu usai melahirkan berisiko dapat menimbulkan komplikasi seperti pendarahan. (Ilustrasi/Foto: Thinkstock/kjekol)
Jakarta, CNN Indonesia -- Istri penyanyi Opick, Wulan Mayasari meninggal dunia pada Minggu (18/3) malam. Wulan meninggal karena kondisi tubuhnya terus memburuk setelah menjalani kuret usai melahirkan bayi yang meninggal dalam kandungan, dua bulan lalu.

Dalam tindakan medis, kuret dikenal dengan Dilatasi dan Kuretase (D&C). Tindakan ini merupakan proses pembedahan untuk memotong atau mengangkat jaringan pada rahim dengan alat yang disebut kuret. Dokter spesialis kebidanan dan kandungan Benny Johan Marpaung menjelaskan kuret ialah upaya evakuasi jaringan yang tidak dibutuhkan di dalam rahim.

"Kuret itu usaha supaya bersih, tujuannya proses pembersihan," kata dokter di RSI Brawijaya Jakarta itu kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi pada Senin (19/3).


Menurut Benny, kuret dilakukan ketika terdapat indikasi adanya sisa konsepsi pada kasus keguguran/abortus, penipisan dinding rahim pada kasus penebalan dinding rahim dengan pendarahan yang menyebabkan gumpalan darah, hingga plasenta yang tertinggal saat melahirkan.


Pada kasus istri Opick, Benny menduga kuret dilakukan untuk membersihkan jaringan usai melahirkan janin mati yang berusia delapan bulan di kandungan.

"Dalam kondisi hamil delapan bulan ada dugaan ari-arinya masih lengket. Kalau tidak bersih maka bisa mengganggu kontraksi rahim oleh karena itu perlu tindakan kuret," tutur Benny.

Setelah proses kuret, Benny menyebut dokter bakal memantau kondisi pasien melalui USG. Jika tidak ada pendarahan aktif atau infeksi usai kuret, pasien bakal dievaluasi kembali setelah dua pekan.

Walau tergolong aman, kuret memiliki risiko berupa efek samping yang dapat menimbulkan komplikasi seperti pendarahan.


"Tidak ada istilahnya meninggal karena kuret.Tapi bisa jadi penyebabnya adalah pendarahan atau gangguan pembekuan darah, ada juga karena faktor tekanan darah tinggi," ucap Benny. (rah/rah)