Penyebab Bayi Meninggal dalam Kandungan Delapan Bulan

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Senin, 19/03/2018 16:29 WIB
Penyebab Bayi Meninggal dalam Kandungan Delapan Bulan ilustrasi ( Pixabay/RitaE)
Jakarta, CNN Indonesia -- Istri kedua Opick, Wulan Mayasari meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakeguguran.

Bayi Opick dan Wulan ini meninggal dunia dalam kandungan di usia delapan bulan. Oleh karenanya, Wulan harus menjalani operasi kuret.

Menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan Benny Johan Marpaung, bayi yang lahir mati dalam kandungan pada usia janin di atas 28 minggu atau tujuh bulan dikenal dengan istilah stillbirth.



"Penyebab kematian pada usia ini bermacam-macam, berhubungan dengan plasenta dan kondisi ibu," kata Benny kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi pada Senin (19/3).

Benny menjelaskan ada beberapa penyebab janin mengalami stillbirth. Salah satu penyebabnya yang banyak ditemui adalah cacat lahir. Kondisi ini disebabkan gangguan kromosom sehingga bayi lahir mati.

Selain itu, masalah pada plasenta juga jadi penyebab bayi lahir mati. Benny menyebut plasenta atau yang dikenal dengan tali pusat merupakan organ yang mengirimkan nutrisi dari ibu ke janin. Jika ini bermasalah bayi tak mendapatkan asupan yang cukup.

"Ada plasenta yang lepas, sehingga bayi kurang nutrisi dan oksigen," tutur Benny.


Selain itu, kondisi ibu juga jadi salah satu faktor utama yang menyebabkan bayi lahir mati. Ibu yang mengalami diabetes, tekanan darah tinggi, gangguan autoimun dapat membuat risiko kematian bayi meningkat.

Benny juga menyebut ibu yang terinfeksi virus seperti Toxoplasma, Rubella, CMV, Herpes (TORCH) atau bakteri lainnya juga dapat menular kepada janin dan menyebabkan kematian.

"Virus-virus itu termasuk juga listeria bisa menyebabkan kematian bayi dalam kandungan," ucap Benny. (chs/chs)