5 Cara Efektif Kontrol Pemakaian Ponsel pada Anak

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Jumat, 23/03/2018 09:59 WIB
Penggunaan gadget atau ponsel pada anak yang tidak dipantau dapat berakibat buruk bagi tumbuh kembang anak. Penggunaan gadget atau ponsel pada anak yang tidak dipantau dapat berakibat buruk bagi tumbuh kembang anak. (Ilustrasi/Foto: marcisim/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gadget seperti telpon pintar atau tablet memberikan kemudahan mengakses dunia luar. Meski begitu, kebebasan di dunia digital tetap harus dikontrol dan diawasi terutama pada anak.

Pegiat perlindungan anak, Diena Haryana menjelaskan penggunaan gadget bagi anak yang tidak dipantau dapat berakibat buruk bagi tumbuh kembang anak.

"Ketidakmampuan orang tua yang tidak mengontrol dapat berdampak buruk pada anak. Bisa melalui games, media sosial, pornografi, dan kejahatan lainnya di dunia siber," kata Diena dalam diskusi gelaran 'Bali Spirit Festival' di Jakarta, Kamis (22/3).



Menurut Diena, pemakaian gadget dapat memicu kecanduan yang membuat perilaku anak dapat berubah. Anak disebut cenderung tidak dapat berkomunikasi dengan baik di dunia nyata dan memiliki kosakata yang sedikit.

Selain itu, Diena menyebut jika anak terpapar pornografi maka dapat membuat kecanduan yang lebih parah dari pada narkotika. Kecanduan ini dapat merusak cara otak dalam fokus, berpikir dan mengambil keputusan.

Belum lagi bahaya kejahatan di dinia siber yang berujung pada penculikan, eksploitasi, perdagangan, dan kekerasan seksual. Oleh karena itu, Diena mengatakan orang tua perlu mengontrol dan mengawasi penggunaan gadget bagi anak. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mengontrol penggunaan gadget pada anak.


1. Mengaktifkan kontrol orang tua

Diena menyebut orang tua harus memasang fitur 'kontrol orang tua' pada telepon pintar sebelum digunakan anak. Fitur ini tersedia berupa aplikasi pada gadget. Fitur ini dapat membatasi hal-hal yang boleh diakses oleh anak selama menggunakan gadget. Orang tua juga dapat memantau aktivitas anak.

2. Gadget tidak diberikan

Orang tua disarankan untuk tidak memberikan kepemilikan gadget kepada anak dengan sepenuhnya. Sebaliknyanya, gunakan istilah meminjamkan agar dapat dilakukan pengawasan.

"Jangan diberikan, tapi dipinjamkan dengan persyaratan atau perjanjian. Misalnya, kalau nanti ada apa-apa gadget akan diambil kembali. Ini harus diberi pengertian di awal sebelum memakai gadget," tutur Diena. Dengan begitu, orang tua masih memiliki hak untuk mengecek gadget milik anak.

3. Sering memantau

Orang tua diminta untuk sering memantau aktivitas anak di gadget dengan memeriksa bagian history ataupun percakapan anak di media sosial. Jika ada yang mencurigakan, sebaiknya beri nasihat pada anak dengan baik.


4. Batasi waktu penggunaan

Penelitian menyebut penggunaan gadget untuk anak maksimal 4 jam 17 menit setiap harinya. Diena menyarankan agar anak hanya diizinkan memegang gadget di siang hari. Sementara, terapkan waktu tanpa gadget pada pukul 6-9 malam.

"Gunakan jam itu untuk berkomunikasi dengan anak atau aktivitas lain seperti belajar. Sebelum tidur boleh lihat sebentar," ujar Diena. Agar anak dapat lepas dari gadget, cari kegiatan lain yang lebih bermanfaat seperti kursus di bidang seni atau olahraga sesuai dengan minat anak.

5. Jangan di kamar tidur

Diena melarang anak menggunakan gadget di kamar tidur karena orang tua tak bisa mengawasi anak dengan leluasa. Sebaiknya, penggunaan gadget dilakukan di ruangan yang lebih terbuka agar dapat diawasi.

"Letakkan komputer, laptop atau tablet menghadap ke ruangan jadi kegiatan anak bisa dilihat," ucap Diena. (rah/rah)