Kisah Joanna Alexandra Rawat Anak dengan Penyakit Langka

Puput Tripeni Juniman | CNN Indonesia
Jumat, 23 Feb 2018 15:30 WIB
Aktris Joanna Alexandra berbagi cerita bagaimana dirinya menjadi ibu dari empat anak, yang salah satunya mengidap penyakit langka. Aktris Joanna Alexandra berbagi cerita bagaimana dirinya menjadi ibu dari empat anak, yang salah satunya mengidap penyakit langka. (Foto: CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak ada rasa khawatir sedikit pun pada aktris Joanna Alexandra saat dia hendak melahirkan anak keempat. Tiga persalinan sebelumnya berjalan lancar. Mengasuh anak juga bukan persoalan bagi Joanna.

Namun, beberapa saat setelah persalinan anak yang diberi nama Ziona Eden Panggabean pada Mei 2017 lalu, suasana langsung berubah drastis dipenuhi ketegangan. Ziona ternyata mengidap banyak penyakit langka dan kelainan. Sakit yang diderita Ziona itu hingga saat ini masih sedang dalam pemeriksaan dokter.

"Sebenarnya Zio banyak kelainannya. Sampai sekarang masih menunggu diagnosis dari dokter pastinya apa. Lagi di tahap pemeriksaan," kata Joanna saat bercerita kepada media beberapa waktu lalu.


Bintang film 'The Tarix Jabrix 2' itu menyebut dokter baru mengetahui ada kelainan pada bagian laring atau saluran pernapasan Ziona, pendengaran, masalah menelan, kaki pengkor, dan pertumbuhan yang lambat. Untuk setiap kelainan itu, Joanna menjalani pengobatan yang berbeda.

Kelainan saat menelan membuat Ziona mesti menggunakan alat bantu berupa selang. Hingga saat ini Ziona mengalami banyak kemajuan walaupun dia masih membutuhkan waktu beradaptasi untuk menelan makanan.

"Makanannya masih yang halus cuma sekarang sudah agak kental. Aku bikin sendiri, variasinya macam-macam bubur, tim, nasi, dan daging diblender," tutur Joanna.

Untuk memperbaiki kaki kiri yang pengkor, Ziona harus mengikuti terapi dan memakai sepatu khusus. Pada usia dua bulan pertama, Ziona mesti memakai gips yang harus diganti tiap pekan. Kini, Ziona menggunakan sepatu khusus dan harus diawasi karena masih mudah bengkok.


[Gambas:Instagram]

Keterlambatan perkembangan juga harus membuat Ziona mengikuti terapi untuk menstimulasi otot. Kini, di usia yang menginjak sembilan bulan, Ziona tengah belajar untuk duduk. Dia sudah bisa terlentang dan tengkurap.

"Selanjutnya lagi mengejar supaya bisa duduk sendiri. Jadi lagi memperkuat otot-otot di lengan," ujar Joanna.

Tak seperti kelahiran tiga anak sebelumnya, Joanna kini fokus merawat Ziona. Jika biasanya saat anak sudah berusia tujuh bulan, Joanna mulai mengambil beberapa pekerjaan di dunia hiburan. Saat ini, itu sudah tak lagi bisa dilakukannya.

"Dulu anak pertama, kedua, ketiga sudah bisa syuting pas umur tujuh bulan. Sekarang sudah enggak bisa karena terapi saja bisa tiga kali seminggu," kata Joanna yang saat ini juga bergabung dengan Yayasan MPS dan Penyakit Langka Indonesia.

Meski berat, Joanna mengaku menikmati hari-harinya merawat Ziona beserta tiga kakaknya. Dia lebih banyak bersyukur karena perkembangan Ziona semakin pesat.


[Gambas:Instagram]

"Awal-awal lahir, dua bulan pertama sangat menegangkan, aku sering nangis. Tapi semakin ke sini bersyukur terus Tuhan menitipkan Zio sama keluarga dan aku pasti ada tujuannya," ucap Joanna.

Dengan keadaan Ziona, Joanna dituntut menjadi super mom yang harus bisa membagi waktu untuk Ziona beserta tiga anaknya. Dia tak ingin tiga anaknya termasuk yang tertua yang saat ini berusia 10 tahun merasa ditelantarkan. Joanna juga membagi waktu bersama suami dan dirinya sendiri.

"Sekarang jadi ibu, aku harus pintar bisa memanfaatkan waktu. Me time biasanya malam sebelum tidur, quality time bersama suami. Bisa di mana saja sebenarnya yang penting rileks, enggak harus ke mal atau nonton," tutur Joanna. (rah/rah)
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER