Pulau Mules, Surga Surfing dan Selam di Kabupaten Manggarai

ANTARA, CNN Indonesia | Senin, 26/03/2018 14:15 WIB
Pulau Mules, Surga Surfing dan Selam di Kabupaten Manggarai Pulau Mules, surga surfing dan diving di Manggarai, Nusa Tenggara Timur. (Paul Arps via Wikimedia Commons (CC BY 2.0))
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) berkomitmen membantu pengembangan Pulau Mules sebagai destinasi wisata unggulan.

"Kami telah memberikan bantuan berupa penyediaan dermaga kayu dan perahu untuk mempermudah akses menuju ke Pulau Mules," kata Johozua M Yoltuwu, Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, seperti yang dilansir dari Antara pada Senin (26/3).

Johozua lanjut menjelaskan, Pulau Mules memiliki luas wilayah sekitar 18.029 hektare. Pulau ini menyuguhkan keindahan alam berupa hamparan bukit batu dan padang rumput yang berpadu dengan pepohonan sehingga menyerupai siluet putri tidur yang cantik.


Tak hanya di atas daratannya, pemandangan bawah laut Pulau Mules juga tak kalah indah.

Di sekitar pulau ini hidup beragam satwa, antara lain, penyu, lumba-lumba, ikan karang, berikut terumbu karang beraneka warna.

Dengan ukuran ombaknya sedang, tempat ini sangat cocok untuk kegiatan surfing, snorkeling dan diving.

Tak lama lagi ada kapal barang berbobot 35 ton yang bakal beroperasi ke Pulau Mules. Jalanan di dalam pulau juga akan dibeton sepanjang 21 kilometer.

"Kapal barang dapat membantu nelayan dalam mendistribusikan hasil tangkapan mereka, sedangkan jalan beton membuka akses tur keliling pulau," ujar Johozua.

[Gambas:Instagram]

"Setelah kapal dan jalan beton, kami akan siapkan Rp2,4 miliar untuk pembangunan homestay dan beragam fasilitas lain demi kemajuan pariwisata di Pulau Mules," ujar Johozua.

Desa Nuca Molas, desa yang berada di Pulau Mules, dihuni oleh 1.340 penduduk yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan peternak.

Industri pariwisata diharapkan bisa berkembang, begitu juga dengan dua sektor ekonomi tersebut.

"Pemerintah kabupaten membeli 70 hektare di Pulau Mules untuk lahan pengembangan ternak sapi dan pengembangan pakan ternak. Ini merupakan penjabaran dari pembangunan pertanian terintegrasi melalui pola yang disebut Sistem Manajemen Pertanian Terintegrasi (Simantri)," kata Bupati Manggarai Deno Kamelus dalam wawancara terpisah.

Simantri merupakan program sinergi berbagai perangkat daerah dan pihak terkait dalam upaya meningkatkan pendapatan petani.

Saat ini, pihak-pihak yang terlibat Program Simantri di Kecamatan Manggarai, antara lain, Dinas Perternakan, Dinas Pertanian, Dinas PUPR, dan Dinas Perdagangan.

Selain Kabupaten Manggarai NTT, Kemendes PDTT mengembangkan potensi Kabupaten Aceh Singkil, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat, yang merupakan bagian dari 16 kabupaten prioritas terintegrasi. 

[Gambas:Instagram]

(ard)