Tips Aman Pilih Sarden Kaleng Layak Konsumsi

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Rabu, 28/03/2018 12:16 WIB
Tips Aman Pilih Sarden Kaleng Layak Konsumsi ilustrasi (Thinkstock/antpkr)
Jakarta, CNN Indonesia -- Adanya cacing dalam kaleng sarden membuat banyak orang khawatir akan keamanan makanan kaleng termasuk sarden.

"Produk yang mengandung cacing tidak layak dikonsumsi dan pada konsumen tertentu dapat menyebabkan reaksi alergi atau hipersensitivitas pada orang yang sensitif," tulis BPOM dalam pernyataan di laman resminya.

Sarden sebenarnya makanan sehat dalam kaleng. Pasalnya makanan ini kaya akan omega-3 dan kalsium. Ikan juga mengandung zat besi, magnesium, fosfor, potasium, seng, mangan, dan vitamin B.



Hanya saja ini tak berarti kalau Anda tak bisa lagi mengonsumsi berbagai makanan kaleng atau ikan kalengan. Yang harus Anda lakukan adalah berhati-hati dan lebih waspada saat memilih makanan kaleng.

Mengutip berbagai sumber, ada beberapa cara untuk memilih produk makanan kaleng dan ikan kaleng yang masih segar dan layak konsumsi.

1. Tak direndam dalam minyak
Jenis sarden terbaik adalah sarden yang diawetkan tanpa minyak, kecuali minyak dari ikan itu sendiri. Selain itu, sarden terbaik adalah yang direndam dalam air dan olive oil.

Sarden biasanya memiliki kualitas yang lebih baik jika tak mengandung banyak bahan tambahan tak sehat, bumbu atau saus.

2. Cek kaleng
Pilihlah sarden atau makanan kaleng yang masih memiliki bentuk kaleng sempurna. Hindari memilih sarden dengan bentuk kaleng yang sudah sedikit penyok, rusak, atau sobek bagian labelnya.

3. KLIK
BPOM mengimbau untuk selalu menggunakan teknik KLIK sebelum membeli berbagai produk pangan dalam kaleng.

KLIK adalah singkatan dari Kemasa, Label, Izin Edar, dan Kedaluarsa. Anda harus selalu memerhatikan kemasannya agar tetap dalam kondisi utuh.


"Selain itu baca juga informasi pada label, memiliki izin edar dari BPOM RI, dan pastikan tidak melebihi masa kedaluarsa.

4. Laporkan
Jika menemukan produk bermasalah, Anda bisa melaporkannya ke BPOM melalui HALO BPOM di 1-500-533 dan sms 0812-1-9999-533. Unit Layanan Pengaduan Konsumen (UPLK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia juga bisa jadi tempat pelaporan masalah pangan. (chs/chs)