Surat dari Rantau

Selembar Tiket Merasakan Paskah di Vatikan

Yohana Dania Wismaningtyas, CNN Indonesia | Minggu, 01/04/2018 14:34 WIB
Selembar Tiket Merasakan Paskah di Vatikan Tak sembarang orang bisa mengikuti misa Paskah di Basilika Santo Petrus. Perlu mendaftar untuk masuk sejak jauh hari. (REUTERS/Stefano Rellandini)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi sebagian besar umat Katolik, menjejakkan kaki di Vatikan adalah sebuah impian. Karena di tempat inilah peluang untuk bertemu dengan Sri Paus amatlah besar.

Vatikan merupakan sebuah negara yang ada di dalam kota Roma, Italia. Luas negara ini hanya 44 hektare, populasi sekitar 800-an jiwa.

Vatikan merupakan negara independen terkecil di dunia, baik area maupun populasinya, yang diakui secara internasional.


Dengan populasi sekecil itu, tak ada warga negara lain di dalam Vatikan. Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Vatikan pun berada di Kota Roma, begitu pula dengan negara-negara lainnya.

Jadi yang bermukim di Vatikan itu benar-benar orang pemerintahannya saja, termasuk biarawan dan biarawati. Sehingga tugas Sri Paus di Vatikan tidak sebatas mengayomi umat tapi juga memimpin jalannya sebuah negara.

Saat ini di Italia sudah resmi memasuki musim semi. Namun hawa sisa musim dingin masih menyelimuti pekan suci Paskah tahun ini.

Bicara soal Paskah di Vatikan, selama tiga tahun saya sudah merasakannya di sini. Bisa dibilang hampir tidak ada yang terlalu berbeda dengan yang saya rasakan di Indonesia. Baik itu secara liturgi atau rangkaiannya.

Rangkaian paskah seperti Minggu Palma, Jumat Agung, Sabtu Suci, dan Minggu Paskah tetap dilangsungkan dan dipimpin oleh Sri Paus di Basilika Santo Petrus.

Bedanya, tidak ada misa Kamis Putih di Vatikan. Di sini hanya ada misa pada kamis pagi yang dinamakan Misa Krisma.

Basilika Santo Petrus di Vatikan adalah bangunan utama umat Katolik di Kota Vatikan.

Bangunan ini adalah situs suci dalam sejarah Katolik dan diklaim sebagai gereja terbesar yang pernah dibangun. Luas areanya mencapai 23.000 meter persegi.

Salah satu hal yang membuat Paskah di Vatikan jadi menarik adalah perlu tiket masuk untuk menjadi salah satu dari puluhan ribu pengunjung Basilika Santo Petrus.

Tiket itu tidak dijual, namun diberikan dengan kuota yang sangat terbatas, sehingga tidak semua orang bisa masuk sembarangan ke Basilika Santo Petrus untuk mengkuti misa. Beruntungnya, tahun ini saya berkesempatan untuk merasakah ibadah di sana.

Happy Easter dari Vatikan!

----

Surat dari Rantau adalah rubrik terbaru di CNNIndonesia.com. Rubrik ini berupa "curahan hati" dari WNI yang sedang menetap di luar negeri. Bisa mengenai kisah keseharian, pengalaman wisata, sampai pandangan atas isu sosial yang sedang terjadi di negara yang ditinggali. Jika Anda ingin mengirimkan cerita, sila hubungi surel berikut: ardita@cnnindonesia.com, ike.agestu@cnnindonesia.com, vetricia.wizach@cnnindonesia.com.

Kami tunggu!

(agr/ard)