Hari Kanker Sedunia: Kisah Megawati Melawan Kanker

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Minggu, 04/02/2018 10:26 WIB
Hari Kanker Sedunia: Kisah Megawati Melawan Kanker Tiga tahun setelah dinyatakan sembuh dari kanker usus besar, Megawati Tanto kembali divonis kanker. Kali ini, dia mengidap kanker paru-paru. (Foto: CNN Indonesia/Tri Wahyuni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga tahun setelah dinyatakan sembuh dari kanker usus besar, Megawati Tanto kembali divonis kanker. Kali ini, dia mengidap kanker paru-paru. Mega mengetahui kanker keduanya itu di penghujung 2010. Saat itu, Mega tengah melakukan pemeriksaan rutin enam bulan sekali pasca kesembuhan kanker pertama.

Hasil PET Scans menunjukkan terdapat massa tumor dalam di paru kanan Mega bagian bawah. Hasil pemeriksaan menunjukkan kanker itu sudah memasuki stadium lanjut.

"Sudah bukan dini, sudah stadium tiga. Cepat sekali perkembangannya karena saat check up enam bulan sebelumnya tidak ada. Tanpa gejala sama sekali, tidak pernah sesak, tidak pernah batuk," cerita Mega yang saat ini berusia 72 tahun saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.



Kanker paru yang diderita Mega merupakan kanker primer, bukan kanker yang terbentuk karena penyebaran dari kanker sebelumnya. Dua kanker primer pada satu pasien merupakan kasus yang sangat jarang terjadi. Mega mengaku nyalinya sempat ciut lantaran Ibunya juga mengidap kanker paru dan hanya bertahan enam bulan.

Namun, demi penyembuhan, Mega kembali mengikuti perawatan medis berupa pengangkatan sel kanker dan kemoterapi. Sayangnya, saat operasi malang kembali menimpa Mega. Dua tulang rusuknya patah.

"Itu sakit banget, saya cuma bisa berbaring lurus selama dua bulan. Kemoterapi pun pakai kursi roda," ujar Mega.

Menjalani dua kali rangkaian kemoterapi saat kanker usus besar dan kanker paru, menurut Mega, tak jauh berbeda. "Sama saja mualnya," ucap Mega.


Rangkaian pengobatan itu berhasil dilewati Mega. Ibu dua anak itu kembali dinyatakan sembuh dari kanker. Kini, Mega terlihat tak seperti orang sakit.

Untuk nenek-nenek berusia 72 tahun, Mega tergolong kuat. Dia masih bisa berjalan dan aktif berkegiatan sebagai relawan dalam organisasi Cancer Information and Support Center (CISC).

Mega gencar mengkampanyekan hidup sehat dan deteksi dini kanker. Dia juga memberikan dukungan kepada para penderita kanker di Indonesia.

"Kasus dua kali primer itu sangat jarang dan dua-duanya saya survive," kata Mega. (rah/rah)