Hotel Kucing Pertama Dibuka di Irak

REUTERS, CNN Indonesia | Senin, 02/04/2018 16:13 WIB
Hotel Kucing Pertama Dibuka di Irak Kucing yang dititipkan bisa menikmati fasilitas kamar bermain, makan sepuasnya, sampai cek kesehatan. (REUTERS/Essam Al-Sudani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mendengar nama Irak, yang terbayang pasti konflik berdarah. Tapi di kota Basra, setidaknya kawanan kucing bisa hidup dalam damai.

Hotel untuk kucing belum lama ini berdiri di kota Basra. Hotel kucing tersebut merupakan yang pertama di Irak.

Lulusan jurusan kedokteran hewan, Ahmed Taher Maki, merupakan pemiliknya.


Untuk menginapkan kucing kesayangan di sini, tarifnya mulai dari US$4.20 (sekitar Rp57 ribuan) per malam.

Dibandingkan dengan yang ada di Jakarta, tarif hotel kucing di Basra jauh lebih murah.

Kucing yang dititipkan bisa menikmati fasilitas kamar bermain, makan sepuasnya, sampai cek kesehatan.

Jika kucing ingin menonton televisi, ada televisi layar datar berukuran besar di setiap ruangannya.

Seluruh ruangan diberi pendingin, sehingga kucing tak akan merasa kegerahan.

Maki mengatakan kalau hotel ini dibuatnya agar pemilik kucing bisa dengan tenang meninggalkan peliharaannya saat sedang bepergian.

Ia juga ingin semakin banyak penduduk Irak yang memelihara hewan berbulu itu.

"Memelihara binatang membuat hati orang menjadi lebih lembut, menjadi lebih penyayang," kata Maki seperti yang dikutip dari Reuters.

Saat ini, baru dua kamar yang dioperasikan di 4Cats Pet Hotel. Satu kamarnya dapat menampung tiga ekor kucing.

Kucing-kucing yang sedang berkeliaran di dalamnya dibebaskan melakukan apapun, bahkan kegiatan yang "terlarang", seperti menggaruk tembok atau pipis sembarangan.

Salah satu pelanggan, Mehdi Fadel, mengaku senang dengan keberadaan hotel kucing di Basra.

Pemilik kucing jenis Angora itu mengaku sekarang ia tak lagi was-was menitipkan kucing peliharaannya yang bernama Bella.

"Saya sangat suka ide tempat ini. Di bawah ada dokter hewan dan di atas ada hotel kucing. Saya jadi tak bingung lagi saat akan bepergian ke luar negeri," kata Mehdi.

(ard)