Informasi Hoaks Buat Pengidap Kanker Terlambat Cek Medis

Dinda Audrienne, CNN Indonesia | Minggu, 08/04/2018 01:55 WIB
Informasi Hoaks Buat Pengidap Kanker Terlambat Cek Medis Penyakit kanker yang harusnya segera ditangani secara medis setelah terdeteksi ternyata terhambat oleh hoaks yang beredar di kalangan masyarakat. (Ilustrasi/Dok. Padrinan/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komite Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN) memaparkan sebagian besar pasien kanker termakan oleh informasi yang tidak benar atau hoaks sehingga menyebabkan pengobatan medis menjadi tidak efektif atau bahkan terlambat.

Anggota KPKN, dr Gregorius Ben Prajogi menjelaskan salah satu informasi hoaks yang seringkali tersebar yakni terapi medis untuk kanker lebih banyak membunuh dibandingkan menyembuhkan. Hal ini membuat pengidap kanker enggan untuk berobat ke rumah sakit.

"Semakin suatu penyakit tidak bisa disembuhkan, maka semakin marak terapi alternatif. hoaks mengenai kanker banyak kaitannya dengan produk herbal dan tata laksana nonmedis terkait," kata Ben, Sabtu (7/4).



Pria yang juga dokter Spesialis Radiologi Konsultan Onkologi Radiasi di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM) itu menilai andai masyarakat yang terkena kanker memeriksakan ke rumah sakit lebih awal, maka bukan tidak mungkin penyakit tersebut bisa ditangani sebelum menyebar ke seluruh tubuh.

"Masih banyak orang yang menganggap begitu terkena kanker maka akan meninggal," ujar Ben.

Menurutnya, hal itu tak lepas dari psikologi pengidap kanker yang ingin menganggap dirinya tak terkena penyakit tersebut meski gejala tersebut sudah dirasakan. Bahkan, hal ini juga terjadi pada dokter yang mengidap kanker.

"Sebenarnya sudah tahu persis itu gejala kanker, tapi mereka mencoba berpikir tidak kena jadi tidak ke dokter. Ini juga terjadi pada rekan sejawat di kedokteran," papar Ben.


Selain itu, beberapa informasi hoaks lainnya yang sering diterima masyarakat antara lain penyakit kanker sebagai akibat dari perkembangan zaman, makanan asam sebagai penyebab kanker, tidak boleh makan gula, industri menyembunyikan pengobatan kanker, dan hewan tertentu kebal terhadap kanker.

"Pasien sering bertanya apa saya harus minum air lemon setiap hari? apakah saya banyak makan soda kue? Sementara yang jelas-jelas tidak boleh seperti rokok justru dipendam," ujar Ben.

Untuk meredam informasi hoaks di masyarakat, maka KPKN berupayamensosialisasikan kebenaran mengenai kanker kepada masyarakat melalui materi informasi bersama Kementerian Kesehatan. (kid)