Arab Fashion Week Digelar untuk Pertama Kalinya

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 12/04/2018 21:42 WIB
Arab Fashion Week Digelar untuk Pertama Kalinya (REUTERS/Faisal Al Nasser)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah diundur selama beberapa waktu, pekan mode Arab, Arab Fashion Week digelar untuk pertama kalinya, Selasa (10/4).

Ajang pekan mode ini dilaksanakan di Ritz-Carlton Hotel di Riyadh, dan diperkirakan dihadiri oleh 1.500 peserta, termasuk 400 orang yang berasal dari luar negeri.

Dengan penyelenggaraan ajang ini, Direktur Arab Fashion Council (AFC) untuk Arab Saudi Layla Issa Abouzeid berharap untuk bisa menambah pemasukan kerajaan dan mengapresiasi talenta-talenta lokal.


"Saya ingin membuat sebuah platform bagi desainer-desainer lokal untuk melangkah ke tingkat global," kata Abouzeid.


Founder dan pimpinan eksekutif AFC Jacob Abrian juga menyayangkan bahwa hingga saat ini orang-orang Arab harus meninggalkan negara mereka untuk mengejar karier di bidang fashion. Hal inilah yang mendasari AFC untuk mengadakan pameran mode tersebut.

Tokoh-tokoh dari industri fesyen asal Italia, Rusia dan Lebanon hadir dalam ajang ini untuk mengapresiasi karya-karya desainer lokal dan internasional.

Tentunya, beberapa aturan yang ketat masih harus dilakukan. Acara catwalk hanya boleh dihadiri oleh perempuan, walau laki-laki dan fotografer boleh mengambil gambar di hari yang sama.

Namun para model dan penata rias di ajang tersebut mengaku cukup terkejut akan berlangsungnya fashion week di negara tersebut.

"Kami merasa bersemangat karena ini adalah fashion week pertama di Arab Saudi, jadi kami membuat sejarah," ucap model Anita Dmycroska.

Dilansir dari Reuters, di panggung peraga para model memamerkan karya-karya desainer dari Brazil, Lebanon, Rusia, Arab Saudi, Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab.

Desainer asal Lebanon Naja Saade yang ikut memperagakan karyanya di ajang tersebut mengaku senang dapat berpartisipasi dalam ajang tersebut.

"Saya sangat bangga untuk berpartisipasi dalam edisi Arab Fashion Week di Arab Saudi ini, karena ini adalah bagian dari revolusi perempuan di negara ini," ucap Saade.


Tamu perempuan yang hadir menggunakan abaya berwarna-warni. Beberapa di antaranya ditambahkan dengan hiasan lace atau belahan di kaki yang memperlihatkan celana panjang mereka. Namun, tak ada abaya yang ditampilkan di panggung.

Penyelenggaraan pekan mode Arab untuk yang pertama kalinya ini merupakan sebuah bentuk perubahan modern yang dilakukan Kerajaan Arab.

Di bawah kepemimpinan Pangeran Mohammed bin Salman, Arab Saudi telah menghilangkan sejumlah aturan dan larangan sosial yang dianggap ketat. Beberapa bulan lalu, Salman telah memperbolehkan konser-konser publik, bioskop dan izin bagi perempuan untuk menyetir mobil.


(ast/chs)