Komunitas Unik

Mencintai Indonesia Dimulai dari Mencintai Alamnya

agr, CNN Indonesia | Selasa, 17/04/2018 14:53 WIB
Mencintai Indonesia Dimulai dari Mencintai Alamnya Ilustrasi (Thinkstock/1971yes)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi sebagian orang, menjelajahi alam adalah sebuah kepuasan tersendiri. Namun kegiatan ini ternyata tidak semudah atau semenyenangkan yang dibayangkan. Ada beberapa keahlian khusus yang diperlukan untuk menjamin keselamatan, baik itu sendiri maupun kelompok.

Itu sebabnya kenapa organisasi penjelajah alam berdiri. Salah satu organisasi yang diidentikkan dengan kegiatan petualangan di alam adalah WANADRI.

Pada dasarnya WANADRI adalah organisasi kepemudaan yang menjadikan alam sebagai media pembelajarannya. WANADRI memfokuskan penjelajahannya pada tiga medan yaitu gunung, hutan, dan sungai.


Salah seorang anggta WANADRI, Dimas, mengatakan bayak orang yang salah mendefinikasn WANADRI sebagai organisasi pecinta alam. Padahal menurutnya WANADRI lebih dari sekadar mejelajahi alam.

"Sebenarnya kalau sudah masuk WANADRI, porsi kegiatan petualangnnya justru gak terlalu banyak. Tapi kami tetap menganggap alam sebagai wahana pembelajaran yang baik," ujar Dimas, kepada CNNIndonesia.com pada pekan kemarin.

[Gambas:Instagram]

WANADRI diresmikan pada tanggal 16 Mei 1964. Anggotanya ialah orang-orang yang sebelumnya bergabung dengan Kepanduan. Konsep mengenai nasionalisme tentu saja sudah tertanam dalam diri mereka.

Jadi dua kelompok ini memiliki visi dan misi yang sama, hanya saja kegiatan WANADRI ditujukkan bagi mereka yang berusia 18 tahun ke atas. 

Nama WANADRI berasal dari bahasa Sanskerta, wana yang berarti hutan dan adri yang berarti gunung. WANADRI secara harafiah berarti gunung di tengah-tengah hutan.

Dimas mengatakan kalau cinta Tanah Air menjadi bekal anggota WANADRI. 

"Kami jauh-jauh menjelajah hutan untuk menuju puncak gunung itu tujuan ya cuma satu, agar kawasan tersebut bisa didatangi oleh anak-anak bangsa, terutama bagi mereka yang ingin melakukan penelitian," kata Dimas, yang juga mengatakan kalau anggota mereka sering lupa mengunggah foto atau video ke media sosial karena saking asyiknya menjelajah.

"Kalau pada akhirnya hutan atau gunung yang kami jelajah jadi objek wisata populer ya tidak apa juga, kan masyarakat sekitar juga yang merasakan manfaatnya," lanjutnya.

Sebagai salah satu organisasi yang senior, WANADRI terbilang sudah matang dalam urusan regenerasi. Bisa dibilang, kurikulum yang dibuat WANADRI adalah salah satu sumber materi bagi kelompok pecinta alam lainnya.

Bahkan untuk mengikuti Pendidikan Dasar WANADRI (PDW) ada beberapa tahapan yang harus dilewati seperti tes psikologi dan tes fisik. Level kesulitannya tidak main-main, karena tidak banyak yang sanggup menyandang predikat sebagai anggota WANADRI bernomor urut resmi.

Tahun ini, WANADRI berencana kembali melangsungkan PDW.

[Gambas:Instagram]

Terkait praktik-praktik penjelajahan, ada satu hal tabu untuk anggota WANADRI yaitu cara menyelamatkan diri atau survival.

Menurut Dimas jika sudah melakukan survival berarti ada sesuatu yang tidak beres, entah itu perhitungan dalam persiapan atau ada hal lain yang memaksa tim melakukan survival.

"Sebenarnya ada materi mengenai cara menyelamatkan diri di tengah hutan, itu kami berikan saat pelatihan. Tapi kami lebih mengutamakan materi persiapan dan selama penjelajahan. Karena jika dari awal sudah terpikir survival, nanti selama perjalanan malah menganggap enteng," ujar Dimas. 

"Intinya, pendakian gunung akan baik-baik saja kalau persiapannya juga sudah mantap," lanjut Dimas yang menambahkan bahwa anggota WANADRI juga terkadang masih menemui kasus tersesat di tengah hutan.

Tahun ini WANADRI juga kembali melakukan ekspedisi yang diberi nama Festival Puncak Papua. 

Festival Puncak Papua menjadi wadah bagi masyarakat Indonesia yang ingin pergi bertualang di tanah Papua dengan rute ke pegunungan Bintang Papua.

(ard)